Prof. Ahmad Erani Yustika, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDDT) menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menunjang pembangunan desa.

“Pembangunan desa tidak semata-mata soal anggaran saja namun, kekuatan ide, gagasan dan inovasi merupakan penggerak utamanya. Kampus merupakan tempat transaksi ide-ide ini yang menjadi cikal bakal munculnya berbagai inovasi pembangunan desa,” tuturnya dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-4 Universitas Tidar, Senin (02/04).

UNTIDAR terdiri dari berbagai fakultas dan program studi (prodi) yang merupakan wadah berbagai ilmu yang bisa dikolaborasikan menjadi sebuah ide dan gagasan pembangunan desa. Harapannya UNTIDAR dapat bekerjasama dalam program pembangunan desa khususnya Kota dan Kabupaten Magelang.

Tahap pertama dalam rumusan agenda pembangunan desa adalah Sumber Daya Manusia (SDM). “Kita semua harus menyadari bahwa kualitas manusia adalah pertaruhan bagi bangsa,” jelasnya. Maka itu peningkatan akses pendidikan harus dipastikan tersedia dengan baik sehingga peningkatan kualitas ekonomi desa bersinambung dengan peningkatan kualitan pendidikan warganya.

Pembangunan desa akan sukses jika diagendakan dengan baik serta merupakan inisiatif hasrat dari warga desa itu sendiri. “Warga desa dibuat sibuk membangun desanya sendiri sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dana desa dapat terserap maksimal dan warga juga merasakan langsung hasilnya,” kata Ahmad erani.

Saat ini ada 20 desa di sekitar Borobudur, Kabupaten Magelang yang telah bekerjasama dengan Kemendes PDDT dan BUMN mendirikan Balkondes sebagai salah satu perwujudan pengembangan ekonomi perdesaan melalui dana desa. UNTIDAR sebagai PTN di wilayahnya kedepannya dapat segera menjalin kerjasama dan memulai ide gagasan baru untuk pengembangan balkondes tersebut. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here