Pada awal tahun 2018, Universitas Tidar memperoleh penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dengan Rapor Terbaik ke-2 dalam Pelaksanaan Program, Kegiatan dan Anggaran Tahun Anggaran 2017 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. UNTIDAR memperoleh nilai 60,02 atau predikat B (Baik).Penghargaan ini merupakan pembuktian bahwa UNTIDAR terus berupaya meningkatkan kualitas khususnya pada bidang akuntabilitas kinerja sebagai perguruan tinggi negeri baru.

Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyampaikan perkembangan UNTIDAR periode April 2017-Maret 2018 pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-4 Universitas Tidar, Senin (02/04).

Genap berusia 4 tahun sebagai PTN pada 1 April 2018, UNTIDAR terus berbenah dan meningkatkan kualitas pada berbagai bidang yaitu akademik, umum dan keuangan serta kemahasiswaan. Mengusung tema “UNTIDAR bersinergi dalam berkarya dan berinovasi” pada Dies Natalis ke-4 ini, sivitas akademika yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam rangka mengemban tugasnya yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa harus selalu berkerja sama sehingga mampu menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kampus UNTIDAR akan berkembang dengan baik jika dikelola secara kolektif dan kolegial melibatkan semua komponen yang ada.

Peminat UNTIDAR tahun 2017 meningkat 36,16%. Pada tahun 2017, total peminat UNTIDAR sebanyak 13.434 orang, meningkat 3.568 orang dari tahun 2016 yang berjumlah 9.866 orang. Dari total keseluruhan peminat pada tahun 2017 ini hanya 14,8% yang akhirnya diterima yaitu sebanyak 1.988 orang. Rasio keketatan penerimaan mahasiswa baru tahun 2017 sekitar 7:1 meningkat dari rasio tahun sebelumnya yaitu 6:1.

UNTIDAR membuka 7 program studi (prodi) baru pada Tahun Akademik 2017/2018.Prodi baru terdiri dari 6 prodi sarjana yaitu Hukum,IlmuKomunikasi, Manajemen, Akuntansi, Peternakan, dan Pendidikan IPA serta 1 prodi magister yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia. Pada Tahun Akademik 2018/2019, UNTIDAR kembali membuka 3 prodi baru program sarjana yaitu Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi dan Akuakultur.

Sistem Monitoring Perkuliahan (SIMOKUL) mulai diberlakukanTahun Akademik 2017/2018. Sistem ini bertujuan memonitoring proses perkuliahan seperti jumlah tatap muka per mata kuliah, kehadiran mahasiswa, durasi perkuliahan, waktu pelaksanaan perkuliahan dan rekap kehadiran dosen. Pada awal perkuliahan dosen wajib mengisi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta pada setiap perkuliahan wajib membuka kelas, presensi, mengisi jurnal perkuliahan, dan menutup kelaspada laman simokul.untidar.ac.id

Selain SIMOKUL, UNTIDAR tengah membangun puluhan sistem lain yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap bidang. Dalam rangka perlindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 maka setiap sistem tersebut didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Rektor (kiri) menerima piagam penghargaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas SIPAKU dan SIPADU dari Kepala UPT TIK Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. (kanan).

Saat ini, dua sistem yaitu Sistem Informasi Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan Keuangan (SIPAKU) dan Sistem Informasi Pelayanan Akademik Terpadu (SIPADU) telah mendapatkan sertifikat HKI. SIPAKU mulai dioperasikan pada 28 November 2016 diciptakan oleh Ismail Cahyo Setiyanto dan SIPADU mulai dioperasikan pada 23 Januari 2018 diciptakan oleh Ahmad Khotibul Umam. Kedua pencipta adalah bagian dari UPT Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) UNTIDAR. Ciptaan ini akan dilindungi selama 50 (lima puluh) tahun sejak Ciptaan tersebut pertama kali dilakukan Pengumuman.

Salah satu sistem utama yang sedang dikembangkan UPT TIK UNTIDAR saat ini adalah data.untidar.ac.id. Sistem ini bertujuan menghimpun dan mengorganisasi data setiap bidang dalam 1 wadah. Sistem ini nantinya menjadi sumber data tunggal yang tervalidasi oleh tiap bidang di UNTIDAR.

Program Bela Negara mulai diwajibkan untuk semua mahasiswa baru, dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR. Sejumlah 1590 mahasiswaTahun Akademik 2017/2018 mengikuti program ini pada 21 – 30 Agustus 2017 disusul pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan sebanyak 262 peserta pada 18-19 November 2017. Pelaksanaan Program Bela Negara ini dilaksanakan di Akademi Militer (AKMIL) Magelang.Programini merupakan upaya menumbuhkan sikap dan perilaku yang teratur dalam menunaikan hak dan kewajiban bela negara atas landasan cinta tanah air.

Pada penghujung tahun 2017, UNTIDAR turut berpartisipasi bersama 24 perguruan tinggi lain dari seluruh Indonesia dalam Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia (PKBNMI). UNTIDAR mengirimkan 27 mahasiswa berlayar menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin berlayar dari Dermaga Ujung, Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya menuju Komando Utama Pembinaan dan Operasional (Kolinlamil) Kawasan Barat DKI Jakarta.

Penampilan PSM Garandio Sonora Tidar menyanyikan lagu persembahan Soleram pada acar Dies Natalis ke-4 UNTIDAR.

Dalam kurun waktu April 2017-Maret 2018 tercatat beberapa prestasi gemilang mahasiswa UNTIDAR di kancah Nasional maupun Internasional. Prestasi tersebut diantaranya adalah Tim Paduan SuaraMahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidarberhasilmemperoleh 2 medaliemasdan 1 perakdalamajang 5th Vietnam International Choir 2017 yang berlangsungpada 7 – 11 Juni 2017 di Hoi An, Vietnam.

Di tingkat nasional, Prototype mobil hemat energi karya mahasiswa D3 Teknik Mesin, ELANG UNTIDAR mendapatkan penghargaan sebagai The Best Rookie atau pendatang baru terbaik dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang berlangsung Selasa-Sabtu 7-11 November 2017 di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya.

Rektor (kiri) dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Drs. Hery Suroso, S.T., M.T., berfoto bersama juara SAYEMBARA desain rektorat UNTIDAR.

Bulan Januari 2018 lalu, Panitia Sayembara Desain Arsitektur Gedung Rektorat (Sidotopo) Universitas Tidar menetapkan desain dengan judul ‘Pakuning Ilmu Tanah Jawi’ karya Tim Rahadhian Prajudi Herwindo sebagai juara 1. Mengusung konsep yang terinspirasi dari Gunung Tidar, Candi Borobudur dan Joglo (rumah tradisional jawa), desain gedung 10 lantai ini nantinya akan dibangun di Desa Kedungsari, Sidotopo, Magelang Utara, Kota Magelang pada tahun 2020 mendatang.

Usia 4 tahun merupakan usia yang masih sangatlah muda untuk menjadi sebuah perguruan tinggi negeri yang terbaik namun di usia ini kami segenap sivitas akademika UNTIDAR terus berusaha berbenah, berkarya dan berinovasi sehingga dapat memberikan kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat Kota Magelang khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dirgahayu Universitas Tidar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here