UNTIDAR GELAR SELEKSI MANDIRI BERBASIS SMARTPHONE

Pelaksanaan Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT) Universitas Tidar tahun 2020 pada Selasa (04/08) diselenggarakan dengan cara yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Panitia menerapkan penggunaan gawai/smarthphone untuk mengurangi penggunaan kertas sekaligus dipandang menjadi salah satu cara dalam mencegah penularan Covid-19.

“Ini kali pertama UNTIDAR menyelenggarakan proses seleksi mahasiswa baru menggunakan smartphone. Walau sempat ada trouble system pada sesi pertama namun dapat segera diatasi oleh tim UPT TIK. Kedepannya metode ini akan terus dikembangkan pada tahun mendatang,” ujar Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc., Rektor UNTIDAR.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc beserta tim monev SMUT UNTIDAR 2020 memantau situasi ujian di lokasi Fakultas Teknik UNTIDAR.

Penggunaan metode baru ini dinilai efektif dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. “Peserta menggunakan gawainya sendiri berbeda ketika pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dimana perangkat komputer digunakan bergantian sehingga harus berkala dibersihkan,” tambahnya.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) UNTIDAR, Ir. Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T menjelaskan bahwa trouble system merupakan dampak dari update dan sikronisasi data fitur pada sistem. “Sistem tidak dapat diakses sekitar 20-30 menit. Tidak ada pengurangan waktu ujian peserta. Selesai sistem meng-update data peserta kembali dapat mengerjakan soal dengan sisa waktu yang sama saat sistem berhenti,” jelasnya.

Kepala UPT TIK, Ir. Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. menjelaskan kerja sistem kepada Rektor UNTIDAR

Beberapa peserta yang kesulitan login pada sistem dikarenakan gawainya tidak sesuai ketentuan juga disediakan ruang khusus sehingga mereka tetap dapat mengerjakan ujian dengan komputer yang telah disediakan sebagai cadangan.

Sistem SMUT UNTIDAR hanya dapat diakses menggunakan jaringan internet lokal/wifi UNTIDAR. Username, pasword serta token untuk memulai ujian pun hanya bisa diakses ketika peserta telah memasuki ruangan ujian dipandu oleh petugas ruangan masing-masing. Tidak hanya pengerjaan soal, presensi peserta, Berita Acara Pelaksanaan Ujian (BAPU) dan sistem penilaian semua dilakukan melalui sistem.

Sistem SMUT UNTIDAR juga dilengkapi fitur keamanan yang bisa dipantau langsung pengawas ujian. Semisal ada peserta yang mencoba membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung maka akan muncul notifikasi peringatan di layar gawai peserta dan status peserta di sistem pengawas akan berubah menjadi “offline”. Maka pengawas akan segera mengecek langsung peserta yang bersangkutan.

“Aktifitas Anda Kami Pantau! Akan muncul notifikasi tersebut jika peserta membuka tab/aktivitas lain di gawai yang digunakan untuk ujian. Aplikasi akan otomatis tertutup jika waktu ujian berakhir dan kembali ke dashboard awal dan muncul ke halaman awal,” tambah Sigit.

Total 1137 peserta hadir (90,89%) dari 1251 pendaftar. Peralatan ujian menggunakan gawai dengan sistem operasi minimal Android 5.0 “lollipop” dengan browser Chrome atau Apple iOS 12 dengan browser Safari. Peserta diwajibkan membawa gawai dalam keadaan baterai penuh dan dapat beroperasi selama 125 menit atau membawa powerbank sebagai peralatan pendukung.

Ketentuan peralatan, tata cara, denah lokasi dan protokol kesehatan Covid-19 pelaksanaan SMUT UNTIDAR telah diunggah pada laman https://untidar.ac.id serta telah disebarluaskan juga melalui media sosial resmi UNTIDAR.

Pengumuman hasil SMUT UNTIDAR 2020 akan diumumkan pada 21 Agustus 2020 melalui laman https://untidar.ac.id dan akun masing-masing peserta.

_Humas UNTIDAR_

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here