Sebanyak 606 mahasiswa baru Universitas Tidar (UNTIDAR) ditetapkan menjadi menerima KIP Kuliah Tahun 2021. KIP Kuliah merupakan bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang berpotensi secara akademik akan tetapi memiliki keterbatasan secara ekonomi. Penerima KIP Kuliah dibebaskan dari biaya kuliah dan biaya hidup selama menempuh studi di perguruan tinggi. Sabtu (4/12), sebanyak 50 mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP Kuliah Tahun 2021 mengikuti kegiatan Pembinaan Manajemen Diri. Karena masih dalam situasi pandemi, hanya 50 dari 606 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah yang mengikuti kegiatan secara luring. Sementara 556 sisanya mengikuti kegiatan secara daring melalui live streaming youtube UNTIDAR.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan agar mahasiswa KIP Kuliah selalu bersemangat untuk berkarya. “Dari kurang lebih 3000 mahasiswa baru, penerima KIP Kuliah adalah sebagian kecil yang beruntung dan terpilih.  Amanah ini harus diemban dengan sebaik-baiknya dengan melahirkan prestasi terbaik bagi UNTIDAR,” jelas Prof. Sugiyarto. “Image penerima KIP Kuliah sebagai mahasiswa kelas bawah harus dihilangkan. Penerima KIP adalah mahasiswa terpilih, untuk itu jangan minder karena selama inipun banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa penerima KIP Kuliah yang tergabung dalam Himadiktar. Banyak pengusaha besar di Jakarta berasal dari Wonogiri dan Blora, yang selama ini dianggap sebagai daerah minus. Namun dengan etos juang yang tinggi mereka bisa menjadi orang-orang hebat. Jikalau memang mahasiswa penerima KIP Kuliah berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan, justru hal ini harus menjadi pemicu untuk berprestasi dan meraih sukses,” tambahnya.

Kegiatan Pembinaan Manajemen Diri menghadirkan pembicara Ir. Herawati W., M.M dari Citra Emas School of  Management and Public Relations Training Consultant. Di awal paparannya Ir. Herawati memberikan wawasan mengenai Society/Masyarakat 5.0, yaitu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based). Melalui Masyarakat 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (the Internet of Things).  Penggunaan berbagai teknologi baru seperti Internet of Thing (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data yang diintegrasikan kepada masyarakat dimaksudkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam cakupan negara maupun dalam tingkat global. “Anak muda sekarang harus menguasai IT agar tidak ndeso. Selain itu anak muda harus memaksimalkan potensinya seperti cipta (akal, imajinasi), rasa (emosi, nurani), karsa (motivasi, semangat), dan karya (prestasi, kreasi), agar bisa menjadi manusia yang memiliki kemampuan untuk mengubah kondisi,” jelasnya. Dengan pembawaan yang tegas Ir. Herawati memotivasi mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP Kuliah untuk menjadi anak muda yang tangguh dan memiliki mental yang kuat. “Ada banyak cara agar bisa selalu termotivasi. Bertemanlah dengan teman yang semangat, dan cari buku yang bisa membangkitkan semangat. Jalani setiap saat dalam hidup kita dengan perasaan, pikiran dan sikap yang positif,” urainya. Ir. Herawati juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk selalu berpegang teguh pada 5 Nilai yaitu Nilai Kebajikan, Nilai Kebaikan, Nilai Keindahan, Nilai Kebenaran dan Nilai Kesopanan untuk meraih sukses di masa depan.

Pada sesi penutup, Koordinator Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNTIDAR, David Budi Hartono, S.E., M.M., memberikan banyak informasi tentang hak dan kewajiban mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP Kuliah tahun 2021. “Selalu bersemangat dan fokus belajar, gunakan sebaik-baiknya fasilitas KIP Kuliah yang telah diperoleh untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Sukses untuk semua,” pungkasnya.

Penulis : Humas/TERK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here