Mahasiswa Baru Untidar yang berhasil lolos seleksi  untuk mendapatkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Kamis 26 Agustus 2021 mengikuti sosialisasi terkait hak dan kewajiban termasuk privilege sebagai mahasiswa penerima (KIP-K) secara daring. Selama mengikuti acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB ini, mahasiswa mendapatkan banyak informasi dan pencerahan.

Webinar Sosialisasi Program KIP-K dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Kondisi ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi. Mahasiswa penerima KIP-K harus banyak bersyukur karena pemerintah memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki permasalahan ekonomi untuk bisa kuliah dengan memberikan bantuan KIP-K. Yang melamar ribuan, namun setelah diseleksi, hanya 500-an yang terpilih”, kata Prof. Sugiyarto.

“Cara merealisasikan rasa syukur adalah dengan menyadari ini adalah amanah, bukan uang cuma-cuma. Dana KIP-K berasal dari uang rakyat, karena itu harus bisa mempertanggungjawabkan untuk kepentingan yang sesuai dengan harapan pemerintah yaitu untuk menjadi generasi yang berbudi luhur dan berprestasi”, tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR juga berpesan agar mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP-K bersungguh-sungguh melaksanakan kegiatan perkuliahan. “Selain berprestasi secara akademik juga diharapkan punya prestasi tambahan (lomba non akademik atau memenangkan hibah dari pemerintah). Jadilah mahasiswa yang luar biasa rajin dalam perkuliahan, juga rajin beraktivitas karena sudah ada wadahnya. Penerima KIPK akan tergabung di Himadiktar sebagai wadah berprestasi dan bersosialisasi. Selain itu jangan merasa minder menjadi mahasiswa, karena mahasiswa penerima KIP-K memiliki hak yang sama dengan mahasiswa non KIP-K”, urai Prof. Sugiyarto.

“Visi UNTIDAR adalah menjadi universitas yang unggul di bidang kewirausahaan. Berjiwa wirausaha bukan berarti harus memiliki bisnis yang besar, melainkan memiliki sikap mental berdikari yang bisa dibentuk jika kita berkolaborasi dan bersinergi satu sama lain. Bukan berarti mencari untung untuk kepentingan pribadi, tapi dengan berwirausaha artinya memberikan kontribusi bagi universitas karena UNTIDAR sudah mendeklarasikan diri sebagai universitas yang unggul di bidang kewirausahaan”, tambah Prof. Sugiyarto.

Pada kesempatan ini mahasiswa penerima KIP-K juga mendapatkan penjelasan dari Koordinator Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, David Budi Hartono, S.E., M.M. Dijelaskan bahwa KIP-Kuliah lahir karena pemerintah tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa kuliah karena terkendala biaya. Pemerintah perlu mewujudkan keterjangkauan dan pemerataan yang berkeadilan dalam memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kepentingan masyarakat bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan. “Mahasiswa baru UNTIDAR yang memiliki Kartu Indonesia Pintar tidak otomatis menerima KIP-K. Tahun ini penerima KIP-K berjumlah 556 orang. Jika tahun lalu untuk biaya hidup per semester mahasiswa menerima Rp 4.200.000,- tahun ini menerima Rp 6.600.000,- “, jelasnya.

Pada webinar kali ini, mahasiswa baru penerima KIP-K juga mendapatkan arahan dari Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu Dr. Abdul Kahar, M.Pd. Selain itu mahasiswa juga mendapatkan informasi terkait mekanisme penyaluran dana KIP Kuliah oleh narasumber dari  BRI Cabang Magelang, paparan mengenai mekanisme kemudahan pembiayaan kebutuhan laptop oleh narasumber dari Bank Basar 69 Kabupaten Magelang, serta pengenalan Himadiktar sebagai wadah bagi mahasiswa penerima KIP-K UNTIDAR.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here