Universitas Tidar meluluskan 478 wisudawan pada Upacara Wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya Tahun 2019 pada Sabtu, 2 November 2019. Sebanyak 96 wisudawan lulus dengan predikat cumlaude atau pujian.

“UNTIDAR telah menerapkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dimana semua wisudawan dipastikan telah menyelesaikan perkuliahan sesuai ketentuan yang berlaku sesuai peraturan UNTIDAR dan kementerian,” jelas Rektor, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc.

PIN merupakan sistem penomoran ijazah yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. PIN akan diberikan kepada mahasiswa ketika sudah memasuki tahap akhir perkuliahan.

PIN terdiri dari 15 digit angka berupa kode program studi, tahun lulus, dan nomor urut ijazah yang dikeluarkan oleh aplikasi PIN. Menurut arahan pihak kementerin, PIN wajib dilaksanakan selambat-lambatnya 20 Desember 2020 dan saat ini UNTIDAR telah menerapkannya.

“PIN terintegrasi langsung dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PPDIKTI). Jadi dapat dipastikan bahwa lulusan UNTIDAR 100% bukan wisudawan ‘abal-abal’,” tambah Rektor.

Dalam sambutannya, Rektor UNTIDAR juga menyampaikan 3 pesan untuk para wisudawan. Pertama, lulusan UNTIDAR diharapkan tidak terhanyut arus dan minat kebanyakan orang. Harus berani mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk dirinya sendiri walaupun terlihat sulit dan prospeknya suram, lulusan UNTIDAR harus mengejar apa yang telah mereka identifikasi dengan baik bukan mengikuti apa yang dikejar orang lain.

Kedua, lulusan UNTIDAR harus mulai berpikir bagaimana bias berkontribusi pada masyarakat sekitar. Bagaimanapun, jika prestasi seorang hanya terbatas pada keuntungannya bagi sendiri, itu hamper tidak dapat dianggap sebagai kesuksesan sejati. Ketiga, lulus dan mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi bukan jaminan terhadap sebuah kesuksesan di masa yang akan datang. Keberkahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh selama belajar di UNTIDAR tergantung pada ketawadukan para wisudawan dalam menjaga rasa hormat pada orang tua, saudara dan guru/dosen supaya ilmu pengetahuan dan ketrampilan anda menjadi berkah.

UNTIDAR Perdana Luluskan Wisudawan Magister

Sesuai Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 279/KPT/I/2017, Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan resmi dibuka di UNTIDAR pada Agustus 2017.

Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP saat ini telah menyandang akreditasi B sesuai Keputusan BAN PT Nomor 2565/SK/BAN-PT/Akred/M/VII/2019 pada tanggal 23 Juli 2019 berlaku sampai 23 Juli 2024.

Pada wisuda periode ini, terdapat 2 mahasiswa magister yang telah menyelesaikan proses perkuliahannya.

“Mahasiswa tersebut adalah Jaya dan Imma Anggia Wisdhani. Semoga kedua wisudawan ini memotivasi kawan-kawannya dan segera menyusul untuk mendapatan gelar magister di wisuda berikutnya,” tambah Rektor.

Wisuda kali ini, UNTIDAR meluluskan 2 wisudawan program magister, 378 wisudawan program sarjana dan 98 wisudawan program diploma III. Rektor berharap alumni UNTIDAR segera bersiap menghadapi dunia kerja.

Eka Raih Predikat Wisudawan Terbaik dengan IPK 3,94

Eka Kusuma Adianingrum merupakan wisudawan terbaik UNTIDAR Tahun 2019 dengan memperoleh IPK nyaris sempurna yaitu 3,94. Eka merupakan wisudawan prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP.

“Prinsip saya, setiap perkuliahan harus ada ilmu tambahan yang saya dapatkan. Caranya ya dengan mencatat poin-poin penting penjelasan dosen serta tidak malu bertanya ketika ada materi yang belum saya mengerti,” ujar Eka.

Menurutnya, IPK yang dia peroleh merupakan bonus dari prinsip yang dia terapkan sehari-hari dalam perkuliahannya. “Tujuan utama saya kuliah adalah menimba ilmu. Ini adalah bekal saya ketika lulus, bisa untuk mencari pekerjaan atau meneruskan untuk kuliah S2 dan S3,” tambahnya.

Putri dari Kepala Sekolah SMP N 1 Karanganyar, Kebumen, Kuat Adi Sudarko ini mengakui bahwa Bapak adalah inspirasi awal untuk melanjutkan kuliah di prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Bapak Kuat selain menjadi Kepala Sekolah juga kebetulan merupakan Guru Bahasa Inggris di sekolahnya. “Bapak selalu memberi semangat, tujuannya baik, bapak sudah bisa lulus S2 maka saya juga termotivasi untuk mengikuti jejak beliau. Bahkan Insya Allah ingin kembali ke UNTIDAR suatu saat nanti sebagai seorang Dosen,” pungkasnya.

Eka merupakan perwakilan batch pertama, program Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-TEACHER) pada Agustus 2018 lalu. Bersama rekannya Umi Rahmawati berangkat ke Filipina pada 15 Agustus 2018 dan mengikuti program SEA-TEACHER di Iloilo Science and Technology University (Isatu). Mereka mendapatkan kesempatan mengajar Bahasa Inggris di sebuah SMP di Filipina selama 1 bulan.

Wisudawan terbaik peringkat 1 dan 2 program Sarjana dan Diploma mendapatkan penghargaan khusus dari BRI Kantor Cabang Magelang. Penghargaan diserahkan langsung oleh Aulia Anita, Funding Officer BRI.

Selain prestasi akademik, Eka juga memiliki prestasi non akademik lainnya selama menjadi mahasiswa di UNTIDAR diantaranya Juara 1 Poetry Reading (2015), Juara 2 Poetry Reading (2016), Juara 3 English Drama Competition (2016), English Speech Adjudicator (2017), Delegation as English Debaters in NEED (2017), Juara 3 Mahasiswa Berprestasi Universitas (2017), Presenter Konferensi Internasional ELTLT (2017), Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Fakultas (2018), Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas (2018), Presenter Seminar Nasional CLLT (2018), Student Exchange in Philippines (2018), Presenter Student Conference UKSW (2019), Wisudawan Terbaik Fakultas (2019). (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here