Ni Made Arianti Putri, atlet lari sprint, ASIAN PARA GAMES 2018 menjadi salah satu peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Sub Panlok Magelang, Selasa (08/04).

Atlet asal Bali ini mempunyai kekurangan di bagian penglihatan low vision (tuna netra) sejak lahir maka itu dalam pelaksanaan SBMPTN dibantu oleh dua orang pengawas yang bergantian membacakan soal dan membantu memgisi jawaban di Lembar Jawab Komputer (LJK).

“Sebelumnya saya dihubungi pihak sub panlok Magelang terkait pendampingan selama ujian. Pihak panitia siap menyediakan pendamping untuk membantu saya dalam membacakan soal dan mengisi data diri maupun jawaban,” kata Arianti.

Pada ajang ASIAN PARA GAMES 2018, Arianti akan mengikuti 2 kategori cabang olahraga lari sprint yaitu 100 meter dan 200 meter. Pemilihan lokasi Sub PanloK Magelang dikarenakan dekat dengan lokasi pelatihan yang sedang dijalaninya saat ini yaitu di Solo.

“Kuota SBMPTN di Panlok Solo sudah penuh maka segera saya pilih Panlok 42 Semarang dan memilih Sub Panlok Magelang sebagai lokasi ujian. lokasinya tidak terlalu jauh dari Solo dan saya didampingi pendamping atlet selama ujian di Magelang,” tambahnya.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. saat melakukan monitoring SBMPTN mengapresiasi semangat peserta dengan keterbatasan yang pantang menyerah dalam menempuh ujian bersama peserta lainnya.

“Saat ini belum ada kuota khusus untuk siswa berprestasi dengan kekurangan fisik/difabel masuk UNTIDAR lewat jalur SBMPTN. Namun untuk jalur penerimaan mandiri UNTIDAR mempunyai alokasi dan ‘nilai plus’ tersendiri,” ujar Rektor.

Pada pelaksanaan SBMPTN ke-4 kalinya di Sub Panlok Magelang ini tercatat 4 peserta berkebutuhan khusus yaitu 2 peserta tuna netra, 1 peserta tuna rungu dan 1 peserta tuna daksa.

Sub Panlok Magelang merupakan bagian dari Panitia Lokasi (Panlok) 42 Semarang. Total peserta SBMPTN di Sub panlok Magelang sejumlah 4798 peserta yang terbagi 3 kelompok ujian yaitu 1973 peserta Sains dan Teknologi (SAINTEK), 2443 peserta Sosial dan Humaniora (SOSHUM) dan 382 peserta CAMPURAN.

Berdasarkan jenis ujian peserta SBMPTN Sub Panlok Magelang dibagi menjadi 2 jenis yaitu Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) sejumlah 4718 peserta dan Ujian Tulis berbasis Komputer (UTBK) sejumlah 80 peserta.

Pelaksanaan ujian SBMPTN 2018 Sub Panlok Magelang terdapat di 11 lokasi di Kota Magelang. Lokasi tersebut yaitu Kampus UNTIDAR, SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4, SMA N 5, SMP N 2, SMP N 5, SMP N 11, SMP Kristen dan SMK Kristen.

“Pelaksanaan ujian berjalan lancar, tidak ada laporan kecurangan. Beberapa peserta tidak membawa kelengkapan ujian seperti Surat Keterangan Lulus (SKL), mereka masih diperbolehkan mengikuti ujian namun harus mengisi surat keterangan,” tutur Drs. Whinarko Juliprijanto, M.Si., Ketua SBMPTN Sub panlok Magelang.

Dari total peserta 4798 peserta hanya 4464 peserta atau 93%-nya yang mengikuti ujian. Pelaksanaan ujian SBMPTN 2018 Sub Panlok Magelang terdapat di 11 lokasi di Kota Magelang. Lokasi tersebut yaitu Kampus UNTIDAR, SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4, SMA N 5, SMP N 2, SMP N 5, SMP N 11, SMP Kristen dan SMK Kristen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here