Pertama kalinya, Universitas Tidar menggelar wisuda secara offline program pascasarjana, sarjana, dan ahli madya di gedung baru, Gedung H. R. Suparsono Universitas Tidar pada Sabtu, (10/4) pukul 07.00 WIB. Meski berada di kampus sendiri, kegiatan wisuda tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Wisudawan wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (Tim Dokumentasi Humas-Faisal Hasyim)

Seperti dua periode sebelumnya, prosesi wisuda kali ini juga disederhanakan. Panitia membatasi wisudawan hanya boleh datang sendiri tanpa didampingi oleh orang tua.
Jumlah wisudawan pada periode ini lebih sedikit daripada periode sebelum-sebelumnya, yaitu 198 mahasiswa. Terdiri atas 13 mahasiswa diploma, 181 mahasiswa sarjana, dan 4 mahasiswa pascasarjana. Mahasiswa yang memperoleh predikat pujian sebanyak 12 mahasiswa, dengan rincian 5 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris, 2 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2 mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan, 2 mahasiswa prodi Ilmu Administrasi Negara, dan 1 mahasiswa prodi Teknik Mesin.

Wisudawan terbaik disandang oleh Ikrar Genidal Riadil, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Wisudawan kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1999 ini lulus pada 8 Januari 2021 dengan IPK 3,88 yang diraihnya selama 3 tahun 4 bulan 22 hari masa kuliahnya. Ia berasal dari Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Wisuda UNTIDAR ke-57 meluluskan 198 wisudawan dari jenjang Pascasarjana, sarjana dan ahli madya. (Tim Dokumentasi Humas – Faisal Hasyim)

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M. Sc., saat memberikan sambutannya mengatakan bahwa semua mahasiswa lulus pada saat tatanan kehidupan mengalami turbulensi yang sangat hebat. Hal ini dikarenakan gelombang Revolusi Industri 4.0, krisis ekonomi yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19, dan berbagai gejolak sosial ikutannya.

“Anda semua lulus saat nilai-nilai kehidupan sangat mudah dipermainkan; nilai-nilai kebaikan dan kebenaran hanya diukur berdasarkan jumlah ‘like dan share’ atau jumlah follower dalam media-media sosial,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa semua lulus pada saat lapangan pekerjaan mulai berubah, banyak sekali jenis-jenis pekerjaan yang dulunya didambakan banyak orang sekarang telah hilang atau tidak ada, digantikan oleh mesin dan komputer.

Mukh Arifin juga menyebutkan beberapa contoh keberhasilan yang dapat menginspirasi para mahasiswa, yaitu The Beatles, Albert Einstein, Walt Disney, dan Thomas Edison. Diakhir sambutannya, Mukh. Arifin menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan para mahasiswa serta permohonan maaf atas pelayanan UNTIDAR yang mungkin masih banyak kekurangan selama ini.

Pada Wisuda UNTIDAR ke-57 ini, alumni sukses Hasan Sulaeman Syah, S.P. membagikan kiat-kiat menjadi pengusaha sukses. Hasan, merintis usaha anggrek yang dia beri nama “Anggrek Nambangan” mulai tahun 2019 hingga saat ini. Dirinya pun tidak pernah menyangka bahwa anggrek yang dulunya hanya sebagai objek skripsinya sejarang menjadi sumber rejekinya.

Ada 4 kiat sukses yang ia jalankan dalam merintis usaha budidaya anggreknya, yaitu:
1. Niat yang lurus.
Luruskan niat saat memulai usaha. Membuat usaha untuk mencari rejeki bukan untuk motif lain seperti menipu orang atau melakukan kecurangan lain.
2. Ridho Allah pada Ridho Orang Tua.
Saya akhirnya memutuskan kuliah di jurusan agronomi itu karena arahan dari orang tua. Ketika saya memutuskan untuk akhirnya kembali merintis tanaman anggrek juga karena dukungan orang tua. Kini saya sadari, doa atau ridho orang tua telah membantu membuka jalan rejeki saya.
3. Usaha dan kemampuan.
Ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan tidak bisa dipungkiri bermanfaat dalam usaha anggrek ini namun masih banyak sekali ilmu lain yang saya dapatkan dari sumber lainnya. Tidak malu bersilaturahmi ke senior atau para expert lain.
4. Berserah pada Allah SWT.
Jika poin 1-3 sudah dijalankan. Kini tinggal berserah kepada Allah SWT. Jangan lupa zakat dan sedekah juga perlu diperhatikan. Sekecil apapun keuntungan ada hak orang lain yang perlu dikembalikan.

Wisudawan Terbaik
Ikrar Genidal Riadil, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berhasil mendapat predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,88. Ia merupakan putra dari pasangan Dalil dan Loni Elizabeth. Namanya memang tak begitu ‘terdengar’ di kampus, namun, ia aktif di berbagai kegiatan di luar kampus.

Ikrar merupakan wisudawa terbaik dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP UNTIDAR meraih IPK 3,88. (Tim Dokumentasi Humas – Faaiz Septian Darmawan)

Siapa sangka jika orang yang selalu dipandang rendah oleh kebanyakan orang itu, mampu berdiri di atas podium, memberikan sambutan sebagai perwakilan dari mahasiswa. “Jujur, saya kaget banget sampai terharu, begitu juga dengan orang tua saya. saya tidak mengira akan mendapat achievements ini,” tutur Ikrar ketika diwawancarai via WhatsApp pada Selasa, (6/4).

Ia mengaku dulunya bukan siapa-siapa dan mungkin banyak orang menganggap dirinya tidak kompeten dalam hal akademik. Hal tersebut dimulai ketika dirinya berada di bangku sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.

“Saya bukan orang yang suka belajar dan selalu dipandang bodoh oleh teman-teman saya di kelas. Bahkan guru juga pernah understimate kepada saya. Tetapi, setelah saya mendapatkan chance kuliah di Universitas Tidar, dengan jurusan yang saya cintai, saya mulai bangkit dan menjadi sosok yang lebih baik,” jelasnya.

Ikrar sejak awal memang memilih Universitas Tidar sebagai tujuan kuliahnya dengan prodi yang sesuai dengan keinginannya. “Memang kalau compare sama Jakarta, banyak universitas yang lebih baik dari UNTIDAR, tapi karena saya tidak mau di Jakarta lagi, mau hidup mandiri dan merantau juga, jadi saya pilih universitas yang di luar Jakarta,” sambungnya.

Ia mengatakan meskipun UNTIDAR baru menjadi universitas negeri, akan tetapi ia yakin UNTIDAR akan berkembang dengan baik ke depannya dan tidak akan kalah dengan universitas ternama lainnya.

Semasa kuliah, Ikrar bukan termasuk golongan mahasiswa kupu-kupu alis kuliah langsung pulang. “Saya banyak sibuk di luar kampus, seperti ikut seminar nasional maupun internasional, dan menjadi presenter dalam mempresentasikan artikel penelitiannya. Sampai saat ini sudah lebih dari 20 seminar nasional maupun internasional yang telah saya ikuti,” jelas Ikrar.

Sekarang, ia masih aktif dalam mempublikasi artikel penelitiannya di jurnal internasional dan National Journal Accreditation. Ia juga berkolaborasi dengan beberapa dosen di UNTIDAR dan satu mahasiswa di University of Auckland dalam penelitiannya. “Target publikasi di Scopus Accreditation. Saat ini saya sudah memperoleh 40 lebih jurnal artikel,” tambahnya.

Tidah hanya itu, ia juga aktif dalam berbagai lomba. Ia pernah menjadi juara 1 lomba seriosa tingkat universitas dan juga finalis lomba Peksiminas tingkat nasional dalam menyanyi seriosa,” bebernya.

Masih ada kegiatan yang hingga saat ini masih ia tekuni, seperti aktif dalam kegiatan volunteering, mengajar bahasa Inggris, dan melakukan kerja part time di beberapa perusahaan nasional maupun international.

Di tengah kegiatannya yang terbilang aktif, Ikrar mengaku mudah dalam membagi waktu antara kuliah dan kegiatan lainnya. “Kalau kuliah, fokus aja kuliah. Setelah pulang kuliah, kalau saya bosan, biasanya saya suka baca buku dan jurnal sebagai referensi. Kalau sudah fix, baru melalkukan penelitian, mengambil data, and then diimplementasikan dalam artikel penelitian,” kata Ikrar.

Dalam sehari, ia bisa meluangkan waktu dua jamnya untuk mencicil artikelnya tersebut. Ia lebih sering menulis daripada main keluar. Sisa-sia waktu yang seharusnya ia gunakan untuk keluar, ia melakukan kegiatan untuk masak, bersih-bersih kos, mencuci, dan lain sebagainya.

“Untuk mahasiswa-mahasiswa yang sedang berjuang dengan skripsinya maupun yang masih berada dii semester awal dan pertengahan, do your best! Jangan compare diri kalian dengan orang lain, but be the best version of you,” tuturnya.

Ia mengimbau agar para mahasiswa mencari motivasi untuk meningkatkan mood karena motivasi merupakan hal yang penting. “Carilah passion yang kalian cintai, tidak harus dalam hal akademis, jika kalian cinta sesuatu non akademis silakan perjuangkan dan lakukan yang terbaik,” tambahnya.

Ikrar juga menambahkan untuk mahasiswa yang masih dianggap rendah dan bodoh oleh orang-orang yang mungkin sisi akademisnya lebih tinggi untuk tidak takut dan tidak pesimis. “Buat kalian yang mungkin having depression, stress, mental health, I am here with you guys! If you do not get any supports from any others, i am the greatest supporter for you all,” pesannya.

Penulis : Naila Nihayah (LPM Mata)

Editor : Tim Humas UNTIDAR

Wisuda UNTIDAR ke-57 dapat disaksikan di Kanal Youtube UNTIDAR

pada link KLIK DISINI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here