Membuka rangkaian kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran Tidar Nusantara (MTQ-TN), Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al Quran dan Seni Rebana Universitas Tidar (UKM IQSAN UNTIDAR) mengadakan Web Seminar (Webinar) Senin (04/10). Menghadirkan pemateri K.H. Ahmad Labib Asrori, S.E., M.M. dan Gus Sabrang Mowo Damar Panuluh, kegiatan Webinar mengangkat tema “Melahirkan Generasi Qur’ani di Era Pandemi”.

Acara dibuka oleh Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Mukh. Arifin, M.Si. Dalam sambutannya Rektor Untidar menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mewujudkan terselenggaranya MTQ-TN 2021. “Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik, sangat tepat diselenggarakan di saat bangsa kita sedang dihadapkan dengan banyak permasalahan seperti pandemi Covid-19, permasalahan isu-isu kebangsaan, isu-isu kemerosotan akhlak generasi muda, isu-isu tentang gempuran kebebasan bereksperesi, kebebasan menyampaikan pendapat, dan kebebasan mengakses berbagai informasi dari media sosial, sementara masyarakat kita masih rendah kemampuannya dalam memilih dan memilah informasi yang layak atau tidak layak untuk diterima dan disebarluaskan. MTQ-TN merupakan satu ikhtiar yang sangat baik, karena bisa memberikan motivasi bagi generasi muda untuk kembali mencintai Al Quran. Kalau generasi muda sudah termotivasi untuk mencintai, mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an, maka dampak buruk dari adanya pandemi Covid-19 dan dampak buruk gelombang liberalisasi teknologi dan informasi dapat kita tangkal, sehingga tujuan pendidikan untuk menghasilkan generasi penerus yang memiliki akhlak mulia bisa kita capai bersama-sama”, jelas Rektor.

Webinar dengan tema “Melahirkan Generasi Qur’ani di Era Pandemi” wajib diikuti oleh seluruh peserta yang akan berlomba di ajang MTQ-TN 2021. Selama seminar berlangsung, peserta begitu antusias mengikuti ceramah dan diskusi yang dibawakan oleh pemateri. K.H. Ahmad Labib Asrori, S.E., M.M. dengan dipandu moderator Muhammad Daniel Fahmi Rizal, S.S., M.Hum. K.H. Ahmad Labib Asrori, menyampaikan materi tentang Urgensi Peranan Al Qur’an Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. “Studi tentang Al Qur’an, tentang Firman Allah, tentang kalimat-kalimat Allah tidak akan pernah ada habisnya. Al Qur’an sebagai petunjuk juga tidak akan pernah out of date. Akan selalu up to date sampai akhir zaman. Hanya saja untuk memahami, menafsirkan dan mengimplementasikan dalam kehidupan membutuhkan banyak perangkat ilmu. Karena di zaman akhir banyak orang menafsirkan Al Qur’an dengan pendapatnya sendiri dan  hanya menafsirkan secara tekstual. Padahal Rasulullah Muhammad S.A.W. pernah mengatakan bahwa barang siapa menafsirkan Al Qur’an dengan pendapatnya sendiri bahkan dengan hawa nafsu dan dilandasi berbagai kepentingan, ancamannya adalah neraka”, urai K.H. Ahmad Labib Ansori.

Gus Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau selama ini lebih dikenal sebagai Noe vokalis group band Letto sebagai pemateri kedua, menyampaikan materi tentang bagaimana seharusnya cara pandang kita terhadap Al’Qur’an. Anak pertama dari budayawan Emha Ainun Najib ini menyampaikan sudah seharusnya Al Qur’an menjadi pedoman hidup yang mengisi seluruh pikiran bawah sadar manusia. “Al Quran bukan hanya sebuah peristiwa, bukan hanya pola atau struktur, melainkan pembentuk mental model manusia”, tuturnya. Diskusi bersama Gus Sabrang Mowo Damar Panuluh dengan moderator Danu Wiratmoko, A.Md., juga diikuti dengan sangat antusias oleh peserta Webinar. Selain menghadirkan 2 pemateri, Webinar juga menghadirkan H. Ahmad Saihu, S.Pd.I. dan Wafiq Azizah sebagai pengisi acara.

 

Web Seminar dengan tema “Melahirkan Generasi Qur’ani di Era Pandemi” merupakan kegiatan yang mengawali Musabaqah Tilawatil Qur’an Tidar Nusantara (MTQ-TN) tahun 2021. Kegiatan yang sebelumnya bertajuk FERSERI (Festival Seni Religi) ini adalah agenda rutin dari Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al Quran dan Seni Rebana Universitas Tidar (UKM IQSAN UNTIDAR). Peserta tidak hanya dari mahasiswa UNTIDAR, namun juga mahasiswa dari PTN/PTS lain dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengolah potensi dan menunjukkan prestasi yang mereka miliki di bidang seni Al-Qur’an. Tak hanya itu, MTQ-TN juga berfungsi untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah antarmahasiswa dan ajang  pembinaan mental dan spiritual bagi mahasiswa untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan pemahaman dan penghayatan terhadap isi dan kandungan Al-Qur’an.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here