Universitas Tidar (UNTIDAR) kembali dipilih oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) tahun 2019. Penyelenggaraan kegiatan ini dimulai sejak tanggal 17 Juli-19 Juli mendatang.

Kegiatan ini diikuti oleh tim dari UNTIDAR, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo. Dengan dua reviewer nasional yaitu Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D dari Universitas Muhammmadiyah Yogyakarta  dan Eko Retno Mulyaningrum S.Pd., M.Pd dari Universitas PGRI Semarang. Serta perwakilan dari BELMAWA, Eva Haslinda, S.Sos turut mendampingi proses MONEV ini.

UNTIDAR maju dengan perwakilan 22 tim PKM, UMM dengan perwakilan 15 tim, UMP dengan 21 tim dan Akper Ngesti Waluyo membawa 1 tim perwakilan PKM tahun ini.

Pembukaan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR  dan dihadiri oleh perwakilan masing-masing universitas. Dalam sambutannya Ia menyampaikan harapannya kepada para peserta MONEV yang hadir untuk tidak hanya sampai tahap didanai namun juga dapat maju PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

“PKM  diwilayah Kedu sudah mulai meningkat dilihat dari banyaknya peserta yg mengikuti, harapannya supaya PKM tidak hanya didanai belmawa saja akan tetapi bisa memenangkan PIMNAS”, jelasnya

Ia juga menambahkan sumber daya manusia wilayah kedu harusnya tinggi karena dilihat dari napak tilas bahwa pendahulu merupakan orang yang sangat pintar dengan adanya Candi Borobudur yang emruapak khas Kota Magelang. “Kita yang tinggal di wilayah  Kedu seharusnya memiliki sumber daya manusia tinggi sesuai dengan pendahulu kita yang dapat membuat Candi Borobudur sebagai ciri khas kota yang  sudah mendunia”, tambahnya.

Bapak Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D juga menyampaikan tujuan pelaksanaan MONEV yang bertempat di Ruang Multimedia UNTIDAR.

“ Kegiatan MONEV ini memiliki tujuan untuk mengecek perkembangan PKM teman-teman, karena menggunakan dana negara yang harus dipertanggungjawabkan”, katanya.

Dalam penyampaiannya ia menjelaskan 3 penilaian bagi tim PKM untuk maju ke PIMNAS. Penilaian itu diantaranya dari adanya propasal PKM  sejumlah  30%, laporan kemajuan pencapaian PKM yg sudah diunggah sebanyak  20% dan hasil MONEV hari ini sebanyak 50%.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memonitor dan memberikan masukan bagi perkembangan PKM sekaligus untuk melihat potensi dari tim yang layak untuk maju ke tahap PIMNAS. “ MONEV ini salah satu tahapan untuk melihat potensi peserta yang akan layak berlaga PIMNAS yang akan diselenggrakan di Bali 26 agustus mendatang”, tambahnya. (HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here