UNTIDAR SUKSES GELAR WISUDA OFFLINE DENGAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 KOTA MAGELANG.

0
271
UNTIDAR meluluskan 323 wisudawan pada Wisuda ke-55 Tahun 2020. (Tim Dokumentasi Humas-Faisal Hasyim)

Universitas Tidar menggelar wisuda offline program pascasarjana, sarjana dan ahli madya ke-55, Rabu (30/09) di Gedung Tri Bhakti, Magelang.

Pelaksanaan wisuda yang tertunda 5 bulan dari jadwal semula yaitu bulan April 2020 ini akhirnya dapat terselenggara dengan pengawalan ketat Satgas COVID-19 Kota Magelang.

Susunan acara pada prosesi wisuda pun disederhanakan untuk mengefisienkan waktu. Jumlah undangan dikurangi, serta pemberlakuan ketat protokol kesehatan COVID-19 dari awal hingga akhir acara.

Sejumlah 323 wisudawan yang terdiri dari 1 pascasarjana, 298 sarjana dan 24 ahli madya hadir tanpa didampingi orang tua atau kerabat seperti wisuda sebelumnya. Mereka pun dianjurkan untuk diantar pendamping ke lokasi wisuda dan dijemput kembali ketika acara berakhir. Penggunaan kendaraan pribadi hanya diperbolehkan jika wisudawan datang sendiri tanpa pendamping.

Wisudawan wajib mencuci tangan, memakai masker, sarung tangan latex. sebelum masuk ke gedung wisuda. (Tim Dokumentasi Humas-Faisal Hasyim)

Wisudawan, tamu undangan dan panitia wajib membawa kartu khusus yaitu stiker agar dapat masuk ke lokasi wisuda. Sebelum masuk ke gedung, setiap orang wajib mengenakan masker serta faceshield, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengenakan sarung tangan latex, dan selalu menjaga jarak satu sama lain.

“Andalah yang akan melanjutkan perjalanan kita semua ke ‘era setelah’, ‘setelah virus dijinakkan’, ‘setelah keadaan tidak akan terlihat sama dengan ‘saat’ atau ‘sebelumnya’,” tutur Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. saat memberikan sambutan kepada para wisudawan.

Mukh. Arifin juga mengundang para alumni untuk kembali ke almamater dari waktu ke waktu. Ikatan dnegan universitas akan dipertahankan melalui asosiasi alumni dan program-program pembelajaran sepajang hayat yang akan dikembangkan di masa yang akan datang.

Ia meminta kepada para alumni untuk tetap berada di pihak UNTIDAR dan memberikan dukungan untuk pengembangan UNTIDAR di masa depan.

“Jumlah alumni UNTIDAR mencapai 5.350, mereka tersebar di berbagai penjuru. Ia berharap, para alumni ini akan memainkan peran penting sebagai “jembatan manusia”, yang menghubungakan UNTIDAR dan berbagai wilayah di tanah air melalui organisasi alumni yang sekarang diaktifkan oleh kepengurusan baru,”tambahnya.

Penataan kursi wisudawan berjarak 1,5 meter sesuai protokol kesehatan covid-19. (Tim Dokumentasi Humas-Muhammad Aufa Al Fadani)

Ia juga mendorong untuk bergabung dengan asosiasi alumni yaitu GANIDAR (Keluarga Alumni UNTIDAR) dan membantu memperkuat ikatan besar yang sudah ada.

Sumartono, S. E., M. M, Ketua GANIDAR menambahkan ikatan alumni tidak hanya menjalankan visi dan misi UNTIDAR, tetapi lebih dari itu, ikatan alumni dapat menjadikan ujung tombak dalam meningkatkan reputasi universitas di masyarakat. Serta mengundang para alumni baru di dunia kerja.

“Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan bagi kemajuan universitas, alumni berpotensi dalam membangun pabrik-pabrik dengan nama baik universitas, alumni dapat menjadi relasi dalam mengupas jaringan di luar, dan alumni dapat menjadi sumber informasi kerja dan usaha bagi lulusan baru di samping kemampuan saat kuliah,” jelasnya.

Peraih IPK tertinggi adalah Atiqoch Novie Ameliani, program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Wisudawan asal Pirikan Jurang Rt 06 Rw 04 Secang, Kabupaten Magelang ini meraih IPK nyaris sempurna yaitu 3,91. Total  jumlah wisudawan dengan predikat pujian sebanyak 123 mahasiswa dengan rincian 26 mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan, 23 mahasiswa prodi Ilmu Administrasi Negara, 51 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 19 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris, 3 mahasiswa prodi Teknik Elektro, dan satu mahasiswa prodi Teknik Mesin.

“Gelar ini baru awal untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Don’t compare your struggles to anyone else’s. Don’t get discouraged by the success of others. Make yout own path and never give up. Jangan membandingkan perjuanganmu dengan orang lain. Jangan berkecil hati dengan kesuksesan orang lain. Buat jalanmu sendiri dan jangan pernah menyerah,” pungkasnya.

Nila Nihayah-LPM Mata/Humas UNTIDAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here