Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Kekebalan kelompok (herd immunity) adalah salah satu cara menekan penularan virus tersebut. Orang yang telah divaksin, sangat kecil kemungkinannya menularkan virus ke sekitar.

Universitas Tidar pun tak ketinggalan. Rabu (17/3/2021), bertempat di Klinik Pratama Kartika KESDAM, jalan Sulawesi No.45 Wates Magelang, tercatat setidaknya 56 orang dijadwalkan manghadiri pemberian vaksin COVID-19. Mereka terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UNTIDAR.

Kepala Biro Umum dan Keuangan UNTIDAR, Among Wiwoho, menjelaskan bahwa peserta kelompok pertama adalah dosen dan tenaga kependidikan yang berusia 50 tahun ke atas sesuai kebijakan dari Dinas Kesehatan Kota Magelang. “Usia 50 tahun ke atas adalah usia rentan dan memiliki resiko lebih besar tertular virus COVID-19. Jadi, Kami menyeleksi sesuai prioritas tersebut terlebih dahulu,” imbuhnya.

Among menjelaskan, selama ini UNTIDAR berkomitmen kuat dalam melakukan pencegahan virus COVID-19 di lingkungan kampus. Selain melaksanakan KBM secara daring, protokol kesehatan juga dilakukan secara ketat. “Kami membatasi dan menyeleksi orang luar yang masuk kampus dengan rangkaian protokol standar, dan kali ini vaksinasi dilakukan untuk memperkuat kampus dari serangan virus mematikan ini,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Dwi Kristiani, salah satu petugas Klinik Pratama Kartika KESDAM menjelaskan vaksinasi ini dijalankan mengikuti jadwal pemerintah. “Setelah tenaga Kesehatan, pelayanan publik seperti aparat TNI/Polri, Guru, aparat hukum, menjadi prioritas berikutnya. Terutama mereka yang memasuki usia 50 tahun ke atas. UNTIDAR hari ini dijadwalkan ada 56 orang, namun beberapa berhalangan hadir dan akan dijadwalkan ulang. Nanti, yang usia di bawah 50 tahun juga akan ada jadwalnya.”

Dwi Kristiani menambahkan vaksin ini akan dilakukan dua tahap dengan interval tertentu. Ia berharap masyarakat, khususnya sivitas UNTIDAR untuk mempersiapkan dengan baik dan tidak khawatir terhadap efek yang ditimbulkannya. “Vaksin ini aman. Efek yang timbul sama seperti efek vaksin lainnya, dan masing-masing orang berbeda. Rasa cemas dan ketakutan justru akan meningkatkan tensi, dan menghambat pemberian vaksin,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Tim Humas UNTIDAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here