Salah satu hal penting yang harus dilakukan guna menghadapi tantangan era industri 4.0 adalah Pembentukan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas.  Selain kemampuan akademis, kualitas SDM generasi muda juga perlu didongkrak melalui berbagai soft skills agar mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa pemenang di kelak kemudian hari. Salah satu soft skill yang penting adalah public speaking. Kemampuan public speaking yang handal akan membawa generasi muda meraih sukses di masa depan. Untuk itulah Bidang Kemahasiswaan dan Alumni bekerjasama dengan Komunitas Laras Wicara UNTIDAR mengadakan kegiatan Seminar Public Speaking dan Debat Untuk Mahasiswa, Kamis (28/10). Seminar bertema “Being a Wonderful and Lovable Speaker is Easy” diadakan secara hybrid (luring dan daring) diikuti 543 Mahasiswa UNTIDAR. Acara ini menghadirkan 4 orang pemateri, yaitu Hafiz Abdul Rozaq dan Akbar Primasto (Praktisi Public Speaking), Kael Dilon Ezra (Tim Juri KDMI Nasional 2021), dan Muhammad Rafii (Professional Debate Coach)

“Hari ini kegiatan fokus memberikan bekal kepada mahasiswa bagaimana menjadi public speaker dan debater yang handal.  Materi tentang public speaking tentunya sangat tepat dan bermanfaat bagi mahasiswa. Selain menghadirkan praktisi public speaking, kami juga menghadirkan salah seorang Juri Inti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2021 dan Professional Debate Coach untuk memberikan banyak ilmu tentang debat kepada Mahasiswa UNTIDAR. Diharapkan kedepan mahasiswa UNTIDAR bisa berprestasi di tingkat nasional,” urai Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd, selaku staf ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni sekaligus penanggungjawab kegiatan.

“Saya bersyukur, semakin banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berbicara. Saya pribadi merasa bangga karena mahasiswa yang mengikuti kegiatan seminar kali ini cukup banyak yaitu 543 orang mahasiswa,” ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda. Salah satu butir Sumpah Pemuda adalah tentang bahasa, bagaimana para pemuda pada saat itu berjanji untuk berbahasa yang satu, Bahasa Indonesia. Salah satu perwujudan Sumpah Pemuda pada saat ini tentunya dengan meningkatkan kapabilitas berbicara menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik di setiap kesempatan. Kami harapkan banyak mahasiswa jadi pembicara handal dengan nilai jual yang tinggi. Untuk dapat berkomunikasi dengan lancar tentunya dibutuhkan kemampuan menyusun dan mengaplikasikan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Selain itu juga harus didukung dengan gesture, psikologi yang kuat dan asesoris pendukung lainnya agar dapat memiliki kemampuan berbicara baik secara dialog maupun monolog. Semoga ilmu yang didapat selama seminar ini segera bisa direalisasikan untuk menorehkan prestasi. Tetap semangat belajar dan berkarya untuk UNTIDAR dan untuk bangsa kita,” tambah Prof. Sugiyarto.

Hafiz Abdul Rozaq dan Akbar Primasto yang sudah lama berkecimpung sebagai MC Profesional, Radio Announcer dan Content Creator berbagi banyak materi tentang dunia public speaking. “Semua pekerjaan membutuhkan ketrampilan public speaking. Banyak orang pintar tapi tidak banyak yang bisa memberikan presentasi dengan baik dan bisa mempengaruhi pendengar. Kuasai materi, gunakan bahasa yang mudah dipahami, dan yang terpenting bisa membangun keterlibatan/relasi dengan audiens agar bisa menjadi pembicara yang disukai” tutur Hafiz. Hafiz dan Akbar menyajikan materi secara duet dengan menarik dan segar, membuat seluruh peserta seminar antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Kael Dilon Ezra yang memiliki jam terbang tinggi di dunia debat banyak menyampaikan tips dan trik bagaimana menjadi debater yang mumpuni. Kael Dion Ezra menyampaikan materi tentang alur pedebatan, tips agar menang lomba debat, penyebab kekalahan saat lomba debat, dan strategi membangun kasus saat debat. “Penguasaan materi yang kuat, etika berbicara, penguasaan diri, dan adanya parameter yang jelas adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang debater. Selain itu saat menyampaikan argument harus spesifik dan jelas. Satu argument harus fokus dan dikupas tuntas,” jelas Kael. “Selain itu seorang debater harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Harus banyak membaca agar banyak ide dan gagasan, karena mosi dari juri bisa tentang apa saja. Segala hal mulai dari masalah politik, ekonomi, hiburan, pertahanan keamanan dan isu apapun di sekitar kita,” tambahnya.

Muhammad Rafii dengan pembawaan yang tegas tapi humoris menekankan perlunya niat yang kuat untuk mempelajari sebuah ketrampilan, termasuk ketrampilan berbicara menggunakan Bahasa Inggris “Jangan takut salah, harus percaya diri dan mau untuk memulai. Yang terpenting adalah mau mempraktekkan,” tegas Rafii. “Perbaiki mindset sebelum mempelajari sesuatu. Sebelum belajar Bahasa Inggris, tanamkan bahwa Bahasa Inggris sangat penting, sehingga tumbuh motivasi yang kuat untuk bisa dan menguasai Bahasa Inggris,” tambahnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here