Desa Candi merupakan desa yang terdapat di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.  Di desa ini terdapat kelompok tani bernama Makmur Andini yang memiliki anggota 18 orang, dengan aktivitas rutin memelihara 58 ekor sapi. Sapi-sapi tersebut berumur sekitar 7-29 bulan. Dengan jumlah sapi yang cukup banyak, kelompok tani ini masih menggunakan sistem beternak manual, terutama pada pembersihan kotoran sapi. Hal ini membuat banyak waktu dan tenaga terkuras serta hasilnya kurang bersih dan efisien. Selain itu, rata-rata usia peternak sudah diatas 50 tahun sehingga tenaga yang dikerahkan mereka berbeda dengan saat muda.

Berangkat dari persoalan ini, 5 orang mahasiswa UNTIDAR yaitu Zaki Farros Rusydi (Prodi S1 Peternakan), Dzikron Muchlisin (Prodi S1 Teknik Mesin), Linda Fauziyah (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Aisyah Aulia (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan), dan Alfiyah Ibni Aqil (Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) mencoba menawarkan solusi dengan menciptakan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming. Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming adalah alat yang memudahkan peternak mengontrol kandang ternak karena tidak menguras banyak biaya dan tenaga. “Kelompok kami menggunakan alat yang dapat membersihkan kandang secara otomatis dan efisien. Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan  Sistem Smart Farming sangat menghemat biaya dan waktu karena hanya membutuhkan satu tenaga manusia untuk mengontrol kandang serta menerapkan konsep smart farming. Hal ini juga sangat membantu untuk memutus penularan COVID 19”, kata Zaki.

Lebih lanjut Zaki menjelaskan, dengan alat ini peternak hanya perlu satu orang sebagai operator yang akan mengontrol kandang lewat smartphone. Peternak bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja. Sistem ini dapat digerakkan beberapa kali dan hasilnya lebih bersih dari sistem konvensional. Ini yang menjadi keunggulan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming daripada sistem konvensional atau alat-alat sebelumnya.

“Penyerok pada alat ini menggunakan bentuk yang menyesuaikan bentuk kandang sehingga dapat membersihkan secara menyeluruh dan dapat memaksimalkan pembersihan sampai di pojok kandang. Penyerok berbentuk sedemikian rupa sehingga dapat memaksimalkan pembersihan. Penyerok Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming terbuat dari bahan stainless steel sehingga bebas kuman dan bakteri”, urai Zaki.

Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) merupakan program bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk mitra usaha berskala mikro atau kecil (toko, industri rumahan, pedagang kaki lima atau koperasi) dan menengah bahkan berskala besar sesuai persoalan atau kebutuhan prioritas mitra program. Bantuan iptek dapat berupa peningkatan mutu produk, perbaikan proses produksi, peningkatan kapasitas produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu, kemasan dan lain-lain, atau bantuan manajemen seperti konflik sosial SDM, pemasaran, pembukuan, status usaha, hak cipta, dan lain-lain. Mitra usaha PKM-T yang dimaksud adalah kelompok masyarakat yang berorientasi pada profit termasuk kelompok tani, kelompok nelayan, sanggar tari, klinik bersalin dan lain-lain. Sebelum menyusun proposal PKM-T, mahasiswa harus sudah bertukar pikiran dengan mitra dalam rangka mengidentifikasi permasalahan atau kebutuhan mitra, karena produk PKM-T merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Jadi persoalan PKM-T bukan merupakan inisiatif mahasiswa, tetapi berasal dari permintaan mitra. Diharapkan melalui program ini mahasiswa dapat termotivasi untuk aktif berinteraksi membangun jejaring profesional dengan dunia usaha, mengidentifikasi persoalan atau kebutuhan mitra usaha dan menemukan solusinya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here