Setelah mengikuti seleksi tingkat wilayah (wilayah VI Jawa Tengah), saat ini Tim KDMI Untidar yaitu Muhammad Khoiruddin, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia semester 7 dan Danar Putri Miranda, mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi semester 7, bersiap untuk mengikuti seleksi KDMI tingkat nasional.

Sebelum maju ke tingkat wilayah, telah diadakan seleksi KDMI tingkat Universitas.  Perwakilan dari 5 fakultas dengan masing-masing 3 perwakilan harus melalui babak preliminary, semi final, dan grand final untuk menentukan Juara 1, 2, dan 3 tingkat universitas.  Setelah selesai kompetisi tingkat universitas, peserta dari 8 besar tim terbaik mengikuti seleksi individu untuk mendapatkan 2 perwakilan yang akan mewakili UNTIDAR menuju ke tingkat wilayah.

“Sebelum berlaga di tingkat Wilayah VI Jawa Tengah, kami digembleng dengan latihan rutin dan pemantapan selama 12 hari oleh Muhammad Rafy, praktisi debat yang juga salah satu juri seleksi KDMI tingkat UNTIDAR. Beliau ini memiliki banyak pengalaman menjadi mentor untuk mahasiswa peserta KDMI yang akan bertanding di tingkat Nasional. Kami juga didampingi oleh beberapa dosen yaitu Bu Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, S.S., M.Pd., Bu Firstya Evi Dianastiti, S.Pd., M.Pd., dan Bu Agnira Rekha, M.Pd”, tutur Putri. “Seleksi dan latihan yang kami jalani sangat menguras tenaga, pikiran dan emosi, karena durasi latihan yang padat dan tantangan latihan yang berat. Tapi kegiatan ini sangat menyenangkan karena kampus mendukung penuh, dan alhamdulillah kami bisa meraih rangking 4 dari 31 tim yang berlaga di tingkat wilayah VI Jawa Tengah. Seperti halnya tahun lalu, seleksi KDMI tahun 2021 menggunakan sistem daring. Yang pasti kami akan berjuang semaksimal mungkin di tingkat nasional, dan berharap bisa mempersembahkan kemenangan untuk UNTIDAR”, tambah Putri.

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia adalah ajang tahunan yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya untuk membangun 6 C, yaitu collaboration (kerjasama), creativity (kreatifitas), critical thinking (berfikir kritis), communication (berkomunikasi), citizenship (kewarganegaraan), dan character (karakter) pada generasi muda.  Keleluasaan mahasiswa dalam mengolah informasi dan membuat keputusan yang rasional sangat lekat dengan prinsip kemerdekaan dalam belajar. Aktualisasi mahasiswa dalam kompetisi debat merupakan wujud dari kebijakan Kampus Merdeka. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk menunjukkan sekaligus meningkatkan kemampuan akademis mereka melalui wahana kompetisi.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here