Mahasiswa UNTIDAR Manfaatkan Buah Mengkudu Sebagai Produk Desinfektan

0
85

Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak permasalahan timbul, tak terkecuali di sektor peternakan.  Sebelum pandemi melanda, peternak menerapkan biosecurity kandang yaitu penerapan tata kelola serta sanitasi terhadap kegiatan peternakan dengan melakukan penyemprotan desinfektan guna mencegah bakteri dan virus menyerang hewan ternak.  Selama pandemi distribusi bahan-bahan yang dibutuhkan dalam produksi desinfektan mengalami banyak hambatan. Hal ini tentunya sangat mengganggu proses penerapan biosecurity kandang, sehingga perlu adanya terobosan dengan memanfaatan sumber daya alam yang ada.

Desinfektan yang selama ini digunakan biasanya berupa bahan kimia sintetis yang mempunyai kelebihan dapat mengurangi bakteri dengan cepat, tetapi meninggalkan residu dan sulit terurai, maka dari itu perlu digantikan dengan desinfektan alami. Berangkat dari latar belakang inilah 5 orang mahasiswa Universitas Tidar yaitu Muhammad Rizal Prakosa (Prodi S1 Peternakan), Yeni Rahmawati (Prodi S1 Peternakan), Elisa Anggraeni (Prodi S1 Agroteknologi), Tri Wahyu Ningsih (Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris), dan Wisnu Romadhon (Prodi S1 Peternakan), dengan dibimbing oleh Dosen Pendamping Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. memunculkan gagasan penggunaan buah mengkudu untuk bahan desinfektan alami.

“Buah mengkudu mempunyai peran aktif dalam membunuh bakteri penyebab penyakit pada ternak. Gagasan ini kami angkat sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi pandemi sekarang ini”, kata Rizal. Lebih lanjut Rizal menjelaskan buah mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan salah satu tanaman atau buah yang jarang dikonsumsi oleh banyak orang, tetapi mempunyai kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa antibakteri flavonoid dan fenol dalam buah mengkudu juga efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Selain itu pada buah mengkudu juga terdapat senyawa antibakteri yang mampu mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, dan Bacillus subtilis. Senyawa  antibakteri ini dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) sehingga dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan desinfektan.

“Gagasan ini kami realisasikan dengan produk Ekstra Mengkudu Spesial (EKSUSIAL) yaitu produk desinfektan yang terbuat dari pengolahan ekstrak buah mengkudu. Usaha produksi EKSUSIAL dilakukan di Dusun Menowo RT 05 RW 03 Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Ketersediaan bahan baku mudah didapatkan di pasar lokal serta ketersediaannya melimpah di sekitar Magelang. Penggunaan desinfektan ini sangat praktis, hanya dengan menyemprotkannya ke area kandang. Produk desinfektan mengkudu adalah hal baru dimasa pandemi covid-19, sehingga kami perlu melakukan pengenalan agar produk kami dikenal oleh masyarakat khususnya peternak, sehingga mereka tertarik untuk mencoba. Di era serba digital ini promosi kami lakukan dengan pemanfaatan media sosial, dan pemasangan iklan di berbagai media, sehingga produk dapat dikenal”, urai Rizal.

“Pemanfaatan Buah Mengkudu Sebagai Produk Desinfektan Dalam Penerapan Biosecurity Peternakan” adalah karya mahasiswa UNTIDAR yang tahun ini mendapatkan hibah pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Dari PKM-K ini diharapkan mahasiswa dapat berwirausaha dengan menemukan ide-ide baru dengan melihat masalah dan peluang pasar serta dapat memberikan hasil berupa produk yang kreatif dan inovatif. Menjadikan produk ini memiliki nilai jual yang tinggi dan daya saing dalam berwirausaha di bidang peternakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here