Tahun ini, 6 proposal mahasiswa Untidar berhasil lolos Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Salah satu dari 6 proposal yang lolos berjudul Pengembangan Ekonomi Kreatif Palm Sugar Dengan Penerapan Inovasi Teknologi Kristalisator, Dalam Upaya Optimalisasi Air Nira di Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran, yang diinisiasi oleh Hasna Kurnia Mirta sebagai ketua tim bersama dengan 10 orang anggota yaitu Ariska Maulita, Andini Rahman, Meita Ika Setiowati, Lutfia Ika Cahyani, Arini Lestari, Gita Frahmah Diah, Aufar Adhi Permana Firdaus, Bagas Daifullah, Mochammad Aulia Rizky Ramadhan, dan Zacky Anwar Mubarok. Kesemuanya adalah mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UNTIDAR. Sasaran pendampingannya adalah masyarakat dusun Teluk desa Sumberarum Tempuran Kabupaten Magelang. Di dusun Teluk terdapat banyak pohon kelapa. Oleh karena itu banyak masyarakat yang menderes nira kelapa. Kegiatan menderes nira dan mengolahnya menjadi gula jawa sudah menjadi kegiatan yang dilakukan masyarakat dusun Teluk guna mencukupi kehidupan mereka. Namun, tersedianya air nira yang melimpah di Dusun Teluk Desa Sumberarum belum dimanfaatkan masyarakat secara maksimal dan inovatif. Hal ini dapat dilihat dari pengolahan air nira yang hanya dijadikan gula jawa dan produktivitas dalam pembuatan gula jawa yang belum maksimal.

Dalam pengolahan gula jawa kebanyakan masyarakatnya masih menggunakan cara tradisional yaitu mengaduk air nira menggunakan adukan kayu panjang serta dimasak di atas tungku kayu. Padahal, di masa sekarang ini pengolahan gula jawa bisa menggunakan teknologi yang lebih maju yaitu menggunakan teknologi mesin pengaduk otomatis. “Setelah melakukan observasi, kami berinisiatif untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dusun Teluk. Air nira yang biasanya hanya dijadikan gula jawa dapat diubah menjadi palm sugar/gula semut. Dalam pengembangan inovasi pengolahan air nira  menjadi palm sugar, masyarakat Dusun Teluk Desa Sumberarum dapat memanfaatkan teknologi yang ada yaitu mesin kristalisator. Mesin kristalisator merupakan mesin dengan sistem kerja pengaduk untuk membuat air nira menjadi kristal. Tentunya ini bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi masyarakat Dusun Teluk Desa Sumberarum dalam memproduksi palm sugar”, jelas Hasna.

“Pengembangan inovasi palm sugar melalui teknologi merupakan langkah yang strategis untuk meningkatkan nilai produk olahan air nira menjadi lebih tinggi. Karena di pasaran harga palm sugar lebih tinggi dari gula jawa atau gula merah. Palm sugar juga merupakan alternatif yang baik untuk pengganti gula biasa karena indeks glikemik yang rendah dan tanpa efek samping sehingga lebih baik untuk kesehatan dibanding penggunaan gula biasa / konvensional maupun pemanis natural lainnya”, tambahnya.

Hasna menjelaskan di awal program akan dilakukan sosialisasi terkait pengolahan air nira dan penggunaan teknologi kristalisator pada pengolahan air nira. Sosialisasi akan diadakan secara langsung di Dusun Teluk dengan protokol kesehatan yang ketat mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sosialisasi akan didampingi oleh narasumber dari Dinas Perindustrian. Setelahnya tim PHBD akan membuat struktur pengelola dari warga dusun Teluk yang akan dibagi sesuai dengan bidang & keahliannya masing-masing. Dalam Tim Pengelola ini ada bidang administrasi yang bertugas sebagai pengelola kearsipan, bidang pemasaran sebagai pembuat strategi pemasaran (branding), memahami dan mencukupi kebutuhan konsumen, melakukan riset dan menentukan harga, lalu bidang keuangan yang akan mengurus pengeluaran dan pemasukan, serta bidang produksi yang bertugas untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas dari produk palm sugar tersebut.

Di tahap selanjutnya Tim PHBD akan melakukan pelatihan bagaimana menggunakan teknologi kristalisator. “Kami berharap, melalui program ini masyarakat yang terhimpun dalam pemberdayaan Palm Sugar memiliki pengetahuan baru tentang pemanfaatan teknologi mesin kristalisator dan bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk. Semoga program pemberdayaan ini bisa membantu masyarakat Dusun Teluk, Desa Sumberarum untuk dapat meningkatkan perekonomiannya. Palm sugar yang mereka produksi memiliki kualitas yang baik dan bisa terkenal di seluruh penjuru negeri”, pungkas Hasna.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here