Ilustrasi Foro diambil dari https://trikmerawat.com

Desa Kertojayan adalah sebuah desa yang terletak  di pesisir Pantai Kertojayan Kabupaten Purworejo. Penduduknya sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani palawija dan petani tambak udang vaname.  Pemanfaatan pesisir pantai untuk budidaya udang vaname merupakan langkah yang sangat baik, akan tetapi dalam prosesnya budidaya udang vaname masih terkendala alat yang digunakan. Sirkulasi oksigen masih menggunakan mesin diesel, sedangkan bahan bakar solar untuk mesin diesel memiliki harga yang cukup tinggi. Pengadaan bahan bakar pun sulit karena letak geografis desa Kertojayan yang jauh dari pusat kota.

Di lain sisi sebenarnya letak Desa Kertojayan yang dekat dengan pantai memiliki keuntungan yaitu suplay tenaga angin yang sangat melimpah. Berangkat dari kondisi yang ada, Mahasiswa UNTIDAR yang tergabung dalam tim PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) memiliki inisiatif untuk melakukan pendampingan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Angin untuk menggerakkan motor listrik sebagai pengganti diesel. “ Alat tersebut dapat membantu perekonomian para petani tambak udang vaname di desa Kertojayan. Petani tambak udang biasanya menggelontorkan pengeluaran kurang lebih sebesar Rp. 8.000.00,- hanya untuk biaya solar selama 3 bulan.  Diharapkan mereka dapat terbantu dengan adanya kincir angin, mengingat sumber daya tenaga angin di pesisir pantai sangat melimpah. Hal ini tentunya juga dapat meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat desa Kertojayan”, jelas Pradita Eka Cahya Fajariyanto, yang merupakan Ketua Pengusul Kegiatan Pemberdayaan Petani Udang Vaname di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini digagasnya bersama dengan 13 anggota tim lainnya yaitu Feni Nur Arofah, Laula Suryaning Tyas, Muhammad Farhan Mahfuzh, Muhammad Ma’ruf Nur Rifai, Rinaldy Tyas Wibowo, Rifqi Fahriza, Sobri Khausan Al Muis, Novi Ismawati, Wildan Rizky Pamungkas, Taufan Restu Mulianto, Anisa Puji Handayani, Oktaviana Dwi Anjarsari, dan Diky Yusuf Kurniawan. Pemberdayaan Petani Udang Vaname di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo adalah satu dari 6 proposal Mahasiswa UNTIDAR yang lolos PHP2D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2021.

Eka menjelaskan ada 3 program yang akan dilaksanakan, yaitu Program Pembangkit Listrik Tenaga Angin, Program Konsep Kuliner Khas Kertojayan, dan Program Pengembangan Pariwisata Desa Kertojayan. Program ini nantinya akan dikoordinir oleh tim PHP2D dengan dibantu oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pemuda setempat. “Kami akan mengawalinya dengan sosialisasi. Setelahnya Tim PHP2D dan masyarakat desa Kertojayan akan membuat kincir angin bersama-sama. Dengan praktek pembuatan secara langsung ini diharapkan masyarakat  dapat membuat sendiri dengan bekal pelatihan yang sudah diberikan. Setelah dilakukan pelatihan, kami dari tim PHP2D akan melakukan pendampingan, pemantauan kegiatan, pelaporan dan pencatatan berbagai program yang dilaksanakan sehingga dapat menjadi bahan evaluasi di kemudian hari”, tutur Eka.

“Terkait Program Konsep Kuliner Khas Kertojayan, kami akan  mengajak kelompok remaja perempuan atau ibu-ibu PKK untuk mengikuti penyuluhan mengenai pengolahan udang vaname yang gagal panen atau yang kurang bagus kualitasnya untuk diolah menjadi olahan kuliner khas desa Kertojayan. Penyuluhan ini dilaksanakan guna memaksimalkan hasil produksi dari tambak udang vaname, dimana setiap kali panen belum tentu semuanya memiliki kualitas yang bagus. Udang dengan kualitas kurang bagus harga jualnya tentu akan lebih murah. Oleh karena itu olahan kuliner diharapkan dapat menaikkan harga jual udang gagal”, tambahnya.“Tim PHP2D juga akan memberikan pengertian mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan bagaimana melakukan pengelolaan potensi wisata yang ada di desa Kertojayan. Bersama dengan Kelompok Sadar Wisata, Tim PHP2D akan memasang dekorasi yang dapat mengundang minat dari para wisatawan, melakukan penataan tempat wisata, menetapkan area parkir, memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan wisata pantai, dan melakukan promosi dengan memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang yaitu melalui platform social media supaya wisatawan dari luar tertarik berkunjung ke desa Kertojayan”, ungkap Eka menutup wawancara.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here