Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam upaya memandu mahasiswa menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, objektif, dan kooperatif dalam membangun keragaman intelektual. Tahun 2021 ini, 11 Proposal PKM yang diajukan oleh mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos dan mendapatkan dana hibah dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu proposal yang lolos adalah proposal PKM Pengabdian Masyarakat yang digagas oleh 4 orang mahasiswa program studi S1 Pendidikan Matematika  yaitu Rista Nur Eka Budiyani, Emerald Kristalia Dewi, Hemas Nabila Ardhelia Arrofat dan Dewi Cahya Ningrum, yaitu Pelatihan Batik Ecoprint Teknik Rebus Sebagai Pemberdaya Karang Taruna di Desa Kupen.

Desa Kupen merupakan salah satu dari 14 desa di Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Dengan luas 415 hektar, Desa Kupen terbagi dalam lahan sawah dan lahan bukan sawah. Tanaman pangan yang dikembangkan di desa ini adalah padi, jagung, ketela pohon dan kacang tanah. Tanaman sayuran yang dikembangkan berupa cabe dan kacang panjang. Buah-buahan yang dikembangkan adalah klengkeng, rambutan, durian, pepaya, pisang, duku dan salak. Sedangkan tanaman perkebunan yang dikembangkan berupa kelapa dan jahe. Permasalahan yang muncul di Desa Kupen adalah banyak daun-daun yang kurang dimanfaatkan dengan baik, seperti daun rambutan, daun ketela dan daun jati, yang hanya digunakan sebagai pakan ternak saja. Bukan hanya itu, warga Desa Kupen masih kesulitan dalam mengembangkan potensi sumber daya di desanya, dikarenakan anggota Karang Taruna banyak yang masih sekolah dan tidak bekerja, sehingga belum memiliki kegiatan produktif setiap minggunya.

“Kami melaksanakan PKM bidang Pengabdian Masyarakat Sebagai Pemberdayaan Karang Taruna di Desa Kupen. Kami melakukan pelatihan terkait pemanfaatan daun-daun yang selama ini hanya menjadi pakan ternak,  untuk dijadikan batik ecoprint rebus. Daun yang digunakan adalah daun ketela, jati, dan kulit bawang bombay. Untuk membuat pewarna alami kami menggunakan daun rambutan, jambu dan jati. Warga kami berikan  edukasi betapa pentingnya kegiatan ini untuk menambah pendapatan kas desa. Selain itu warga yang tadinya non-produktif bisa menjadi lebih produktif,” urai Rista.

“Rasanya senang sekali bisa mengikuti pelatihan ini. Saya jadi tahu bagaimana cara membuat batik sendiri di rumah dengan memanfaatkan dedaunan yang ada di sekitar. Motifnya unik dan tidak ketinggalan jaman. Saya juga merasa bangga bisa ikut melestarikan salah satu budaya Indonesia yang bernilai seni tinggi,” ujar Sekar salah satu peserta pelatihan.

Teknik Batik Ecoprint merupakan salah satu teknik pembuatan batik yang sangat ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alam saat proses pencetakannya. Dalam pembuatannya menggunakan daun yang dimodifikasi dengan motif modern sehingga lebih menonjolkan sisi keindahan dan bisa menyesuaikan dengan model baju yang kekinian agar tidak terlihat kuno. “Kami berharap dengan adanya pembuatan kerajinan dari dedaunan yang ada di desa Kupen, dapat membuka lapangan kerja baru dan membantu masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Nantinya hasil kerajinan tersebut dapat diperjualbelikan di pasar ataupun di toko-toko, dan hasilnya dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Kupen,” pungkas Rista.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here