Bertempat di Gedung Kuliah Umum Dr. HR. Suparsono Universitas Tidar, Rabu (24/11), Lomba Inovasi Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2021 berjalan sukses. Lomba dengan tema ‘Terobosan Teknologi untuk Indonesia Menuju Era Society 5.0’ ini digelar secara hybrid dan dibuka secara resmi oleh rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Si. Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur Akademi Militer, Gubernur AKMIL, Mayor Jenderal TNI Candra Wijaya, Kepala BALITBANG Kota Magelang, Drs. Arif Barata Sakti, M.T., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Sc., Dekan FKIP UNTIDAR, Prof. Dr. Sukarno, M.Si., dan Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E. Finalis yang mengikuti seleksi secara offline di lokasi adalah tim dari AKMIL dan UNTIDAR, selebihnya dilakukan secara daring.

Ada 10 karya yang masuk babak final yang diseleksi di hari itu setelah menyisihkan 14 karya lainnya. Menurut Ketua Penyelenggara, Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P., kegiatan ini diikuti oleh beberapa kampus dari perguruan tinggi dan akademi di Inodnesia. “Selain UNTIDAR dan AKMIL, ikut pula mengirimkan karyanya dari UNAIR, Universitas Negeri Gorontalo, Akademi Angkatan Darat, dan STMIK Widya Pratama Pekalongan.” ungkapnya.

“Kegiatan tahunan ini adalah kali kedua diselenggarakan, hasil kerjasama antara UNTIDAR, AKMIL, BALITBANG Kota Magelang, dan PT. ASTRA. Kegiatan ini telah melalui beberapa tahap mulai pendaftaran, unggah dokumen, penilaian juri, dan pengumuman finalis, hingga presentasi dan pengumuman pemenang.” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Mukh Arifin menyebutkan bahwa inovasi merupakan pangkal produktivitas suatu bangsa. Bangsa yang maju ditandai dengan banyaknya inovasi yang ditemukan, teknologi, dan produk yang dihasilkan. Negara maju tidak tergantung sepenuhnya dengan bangsa lain. “Lomba inovasi sangat strategis, apalagi diselenggarakan di tengah pandemi corona. Lomba seperti ini merupakan bukti bahwa mahasiswa senantiasa ikut memikirkan kemajuan bangsa. Mereka tetap produktif dalam mengisi masa mudanya,” sebutnya.

Sejalan dengan Rektor UNTIDAR, Gubernur AKMIL menegaskan bahwa teknologi adalah senjata utama untuk dapat berkompetisi di dunia internasional yang tanpa batas saat ini. “Kami mendorong agar para taruna lebih terbuka dan berinovasi, bahkan jika harus berbeda pendapat dalam hal ini. Di dunia militer, belum ada budaya menyampaikan pendapat yang berbeda,” akunya.

Sementara itu, Kepala BALITBANG Kota Magelang mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan terjemahan teknis inovasi yang dilakukan oleh stakeholder yakni pemerintah, mahasiswa, dan dunia usaha. Perubahan IPTEK yang cepat dan kompleks menuntut persiapan matang untuk menghadapi perubahan dunia serba cepat. Society 5.0 diperkenalkan oleh pemerintah Jepang akibat disrupsi revolusi industry 4.0. Dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Balitbang memiliki tanggung jawab mengawal inovasi daerah untuk kepentingan bersama. Hal ini merupakan komitmen Walikota Magelang dalam hal inovasi.” pungkasnya.

Dari hasil presentasi finalis, dewan juri memutuskan pemenang Lomba Inovasi kali ini dengan urutan sebagai berikut:

Juara 1 AKMIL (Analisis Perancangan Pompa Hidrolik Elektrik pada Meriam 57 MM S-60 untuk meningkatkan Efisiensi Kinerja pada Saat Perubahan Sikap), ketua tim: Enmorey Bungaran Sihotang

Juara 2 AKMIL (Rancang Bangun Public Addres Berbasis Frekuensi VHF di Akademi Militer), ketua tim:  M.Irfan

Juara 3 POLTEKAD (Rancang Bangun Radio Hybrid Cigra berbasis WEBRTC dengan Sistem Monitoring Latitude dan Longitude Personel guna mendukung Tugas TNI), ketua tim: Choirul Rio Prabowo

Juara Harapan I POLTEKAD (Rancang Bangun Smart Shooter pada Robot Tempur N2mr3 dengan Senjata SS2 Berbasis IoT), ketyua tim:  Nadhif MH

Juara Harapan II UNTIDAR (Penanda Waktu Sholat Digital dan Penghilang Sinyal Berbasis Mikrokontroler dan IoT), ketua tim:  Hamid Afandi

Penulis : Mahdalina

Editor : Danu Wiratmoko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here