Kelas Belajar Anak Desa Berbasis Kearifan Lokal (KARSALOKA) merupakan konsep peningkatan literasi bagi anak-anak di dusun Sekendi, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Konsep ini dilaksanakan dengan tiga pendekatan. Pendekatan yang pertama adalah pendidikan dan pengajaran melalui kelas mentoring pengetahuan umum, kelas motivasi, dan perpustakaan desa. Pendekatan yang kedua adalah program pertanian melalui kelas menanam dan ruang tanam. Pendekatan yang ketiga adalah pelestarian budaya melalui kelas budaya, dan branding kebudayaan lokal.

KARSALOKA yang digagas oleh Khoirin Aisyah dan tim yang kesemuanya adalah mahasiswa Untidar, berupaya secara aktif dan masif membantu pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dengan memberikan motivasi bagi siswa SD dan SMP agar dapat berjuang menggapai cita-citanya ditengah keterbatasan.  Melalui program ini mahasiswa juga bisa mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi poin ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan praktik transfer ilmu kepada siswa SD dan SMP di desa dan daerah tertinggal.

Dusun Sekendi Desa Pogalan dipilih karena wilayahnya jauh dari pusat kota, mengakibatkan sulitnya akses internet untuk pembelajaran. Dimasa pandemi ini mereka dipaksa untuk beradaptasi dengan sistem sekolah daring, yang pada realitanya mengakibatkan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Diharapkan melalui KARSALOKA kendala atau permasalahan yang dihadapi masyarakat di Dusun Sekendi bisa mendapatkan solusi.

“Nantinya kami akan mengadakan Kelas Mentoring Pengetahuan Umum. Kelas Mentoring Pengetahuan Umum ini menjadi program di mana mentor dan juga pemuda-pemudi dusun akan menjadi fasilitator bagi siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Kelas ini akan dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, dan Rabu pada pukul 08.00-10.00”, jelas Khoirin selaku ketua pelaksana kegiatan. “Selain itu kami juga akan mengadakan kelas motivasi agar para siswa mendapatkan insight positif dan bersemangat untuk meraih mimpi. Selanjutnya kami juga merencanakan perpustakaan desa sebagai closing event yang diharapkan mampu menjadi sumbangsih para partner strategis serta donatur. Mereka akan menyerahkan buku bacaan, alat tulis, serta logistik lainnya yang bermanfaat bagi pelajar di dusun Sekendi”, tambahnya.

Disamping Program Pendidikan dan Pengajaran, melalui KARSALOKA Khoirin dan kawan-kawan juga mencetuskan Program Pertanian dan Program Pelestarian Budaya. Program Pertanian yang dimaksud mengarah pada pelestarian lingkungan dan juga pengetahuan seputar tanaman. Sementara Program Pelestarian Budaya berupa pengenalan kebudayaan lokal dusun Sekendi kepada generasi mudanya khususnya Seni Jathilan, dan branding kebudayaan dengan pembuatan dan pengelolaan platform media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook dan TikTok.

Ide yang digagas oleh Khoirin Aisyah bersama 12 anggota tim lainnya yaitu Rizki Sariningtias, Adi Ahmad Saputra, Ali Yasfi, Robi Hardika, Nisa Fadilah, Ichsan Nur Muchammad, Mayangsari Prameswari, Al Ihya Sanny, Mariska Naila Zifi An Najmi, Sobri Khausan Al Muis, Wimba Kamaludin, dan Aisyah Fitri Haryani ini, merupakan satu dari 6 proposal mahasiswa Untidar yang berhasil lolos dalam Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Kemdikbud Tahun 2021. Khoirin dkk. berharap melalui KARSALOKA nantinya akan ada pemuda pemudi desa yang melakukan pendampingan pembelajaran secara berkelanjutan, semakin meningkatnya minat dan keinginan siswa dalam belajar dan mendapatkan pendidikan, meningkatnya literasi anak-anak desa, kebudayaan lokal terus lestari, dan terbentuknya kelembagaan lokal yang dalam jangka panjang akan meneruskan dan mengelola program KARSALOKA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here