Tiga orang dosen UNTIDAR yaitu Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd. (Ketua Tim), Widya Ratna Kusumaningrum, M.Ed. (Anggota) dan Firstya Evi Dianastiti, S.Pd., M.Pd. (Anggota), berhasil memenangkan Lomba Riset Unggulan Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2021. Rangga dkk. berhasil menjadi juara 1 pada tema Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Rangga dkk. mengangkat judul penelitian “Kajian Model Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial di Kabupaten Magelang”.

“Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial melalui studi komparasi antara perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dapat berkembang secara optimal dan yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan,”ungkap Rangga. “Sasaran yang ingin dicapai dengan adanya penelitian adalah tersedianya gambaran kondisi aktual pelaksanaan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, tersedianya informasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial baik yang dapat berkembang secara optimal maupun yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan, tersedianya analisis hasil komparasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, dan tersusunnya rumusan rekomendasi strategi untuk pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial melalui difusi inovasi di Kabupaten Magelang,” tambahnya.

Secara spasial, lokasi pelaksanaan penelitian berada di delapan desa di Kabupaten Magelang yang telah mempunyai perpustakaan desa berbasis inklusi sosial. Secara substansi, ruang lingkup yang akan dikaji adalah 4 (empat) perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dapat berkembang secara optimal dan 4 (empat) perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan.

Lebih lanjut Rangga menjelaskan bahwa penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun secara praktis. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan memberi sumbangsih di bidang literasi dan inklusi sosial khususnya dalam pengembangan peran perpustakaan. Penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan teoretis penyusunan framework pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, sehingga dapat direduplikasi oleh desa-desa lain yang belum menerapkan. Manfaat secara praktis, hasil kajian ini dapat memberi rekomendasi bagi pengelola perpustakaan desa, sehingga dapat menyempurnakan sistem pengelolaannya sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Penelitian ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perangkat desa dalam mengembangkan sistem inklusi sosial yang paling relevan dengan keunggulan lokal daerahnya masing-masing. Manfaat bagi warga desa, hasil kajian ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sosial-ekonomi dan pemenuhan kebutuhan informasi yang relevan. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan memiliki terhadap perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam mengembangkan potensi diri (makerspace).

Bagi pemerintah, hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun rencana aksi daerah (RAD) pendidikan sepanjang hayat (PSH) dalam mendukung tercapainya SDGs pada sektor pendidikan sebagaimana tertuang dalam tujuan keempat, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Lebih jauh, dengan adanya perpustakaan desa berbasis inklusi sosial akan sangat mendukung program pemerintah, yakni nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran dan program Perpusnas, yakni program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Penulis : Humas/TERK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here