Petani kopi di Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung selama ini hanya menjual hasil panennya dalam bentuk barang setengah jadi. Hal inilah yang melatar belakangi Muhammad Affan Aqdam, mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNTIDAR bersama dengan anggota tim yang kesemuanya adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu Sri Wulandari, Upik Setyorini, dan Iin Widia Ningsih meluncurkan produk Cocofe.

“Kami ingin memberdayakan petani kopi Kecamatan Gemawang yang selama ini hanya menjual hasil panennya dalam bentuk barang setengah jadi. Kami berusaha untuk mengolah biji kopi agar menjadi kopi yang mudah dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, kemudian mempromosikan Kopi Robusta Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung ini ke seantero negeri. Jika usaha ini berhasil tentu bisa menunjang perekonomian petani kopi Kecamatan Gemawang. Tingkat kesejahteraan petani kopi meningkat,  anak-anak petani pun bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi,” ungkap Affan.

“Saat panen raya, harga kopi cenderung turun. Oleh karena itu, melalui produk Cocofe ini, kami berusaha untuk mengolah biji kopi lokal Kabupaten Temanggung tersebut agar menjadi kopi yang mudah dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penikmat kopi yang tidak akan ada habisnya membuat kami berinisiatif dalam mengolah biji kopi dan membuat varian rasa kopi. Kami juga berusaha mempermudah penikmat kopi dalam mendapatkan produk melalui teknologi berbasis media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, Shopee, dan Tokopedia,” jelasnya.

Kopi bubuk yang diproduksi oleh Affan dan tim merupakan kopi bubuk (kopi robusta) asli dari Kecamatan Gemawang, yang merupakan sentra kopi terbesar di Kabupaten Temanggung. Kopi ini diolah dengan bahan berkualitas dan tanpa campuran (asli). Kopi robusta Kecamatan Gemawang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu memiliki aroma yang lebih harum dibandingkan kopi lain. Adapun kopi yang diproduksi ada dua jenis, yaitu Kopi Robusta Original dan Kopi Lanang Robusta.

“Produk kami harganya cukup terjangkau yakni Rp. 5000,00/bungkus dengan berat bersih 45 gram yang dapat diseduh untuk 4 cangkir. Keunggulan produk kopi ‘Cocofe’ adalah rasa dan aroma kopi yang sangat khas, yang tidak didapatkan di produk kopi lain. Kopi robusta ini diolah dengan bahan yang langsung diambil dari petani kopi daerah Gemawang. Biji kopi ini memiliki tingkat keasaman dan kepahitan yang pas karena ditanam di wilayah Gemawang yang memiliki ketinggian 600 Mdpl dengan suhu antara 20-30 ℃. Meskipun proses produksi Cocofe ini dengan alat yang sederhana, tetapi tetap mengutamakan pengolahan yang higienis dan tanpa bahan pengawet”, urai Affan.

Cocofe, Kreasi Kopi untuk Mengembangkan Potensi Kopi Lokal Kabupaten Temanggung, adalah salah kegiatan bisnis yang tahun 2021 ini berhasil didanai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui program Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia. Affan dan tim berhasil lolos seleksi setelah berkompetisi dengan ribuan usulan usaha yang diajukan oleh kelompok mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami sangat senang bisa lolos, karena selain bantuan pengembangan usaha, kami mendapatkan banyak manfaat dari program KBMI ini seperti pendampingan usaha melalui program Pendampingan Wirausaha Mahasiswa Indonesia (PWMI) dan juga CEO Academy, workshop pengembangan usaha oleh praktisi dan pengusaha muda, serta jejaring mahasiswa berwirausaha dari seluruh Indonesia yang tergabung di Indonesia Student Entrepreneurship Network (ISEN)”, ujar Affan.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here