Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Tidar  mengembangkan mesin pengolah hasil pertanian berupa mesin pengering kopi. Mesin  dihibahkan kepada petani kopi Desa Sambungrejo, Kabupaten Magelang. Karya ini berhasil lolos dalam seleksi pendanaan oleh Kemendikbud Ristek Tahun 2021.

“Mesin pengering ini merupakan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian yang bertujuan untuk memudahkan petani dalam pengolahan kopi pasca panen. Keunggulan produk ini adalah praktis, mudah dalam perawatan dan tentunya terjangkau oleh petani,” ujar Feri Irawan selaku Ketua Tim PKM PI.

Tim ini di ketuai oleh Feri Irawan (S1 Teknik Mesin) dan memiliki 4 orang anggota. Anggotanya adalah Mahdalina mursilati (S1 Agroteknologi), Wahyuchandra Ramadhani (S1 Teknik Mesin), Adi Riski Setiawan (S1 Teknik Mesin), Fina Al Fatikhiah (S1 Pendidikan IPA). 

“Mesin pengering kopi dengan metode auto ht control merupakan terobosan terbaru dari mahasiswa kami yang bisa memberikan solusi terbaik kepada petani kopi yang masih menggunakan matahari karena memakan waktu yang lama, adanya mesin pengering bisa jadi alternatif terbaik. Hal ini bisa jadi salah satu cara memperkenalkan kampus dan sarana mahasiswa mengabdi pada masyarakat,” ucap Xander Salahudin, S.T., M.Eng. selaku Dosen Pembimbing PKM PI UNTIDAR.

Mesin pengering kopi dengan metode auto ht control merupakan terobosan baru dalam teknik pengolahan kopi dengan basis pemanfaatan teknologi dimana mesin ini memiliki sistem kerja sebagai pengering kopi dengan kontrol suhu otomatis. Mekanisme kerjanya menggunakan energi panas yang dihasilkan oleh kompor gas untuk mengeringkan kopi. Gaya putar yang dihasilkan motor listrik berfungsi untuk memutar penampung agar panas yang dihasilkan kompor dapat menyebar keseluruh ruang tampung kopi.

Mesin pengering kopi ini juga dilengkapi alat kontrol suhu ruangan yang digunakan untuk menjaga citarasa kopi. Keberadaan mesin ini membantu petani mengolah hasil panen kopi secara efisien dalam hal waktu untuk pengolahannya menjadi lebih singkat dan meningkatkan pendapatan petani.

“Mekanisme kerja mesin pengering kopi dengan metode auto ht control sangatlah sederhana, dengan menghubungkan ke saluran listrik dan menyalakan kompor, maka alat ini akan memulai proses pengeringan kopi,” tambah Wahyuchandra Ramadhani selaku anggota tim.

Mesin pengering kopi dengan metode auto ht control ini memanfaatkan energi panas yang dihasilkan kompor. Ketika mesin ini dinyalakan maka motor listrik akan memutar wadah penampung kopi supaya panas yang terjadi di bak penampung dapat merata sehingga kekeringan kopi merata. Bersamaan ini sensor panas yang dipasang didalam bak penampung akan memberikan sinyal kepada arduino, dan arduino akan mematikan dan menghidupkan blower sesuai tempeatur yang diinginakan, selain itu petani juga dapat mengatur batas suhu minimal dan suhu maksimal yang ingin digunakan.

Mesin pengering kopi dengan metode auto ht control merupakan solusi bagi para petani kopi Desa Sambungrejo yang selama ini mengeluhkan tentang sulitnya mengeringkan kopi karena lahan yang tidak memungkinkan.

Mesin pengering kopi dengan metode auto ht control dianggap sesuai dengan kebutuhan para petani. “Kami berharap dengan adanya mesin pengering kopi dengan mesin ini dapat membantu memberikan solusi terbaik kepada para petani kopi yang ada di Desa Sambungrejo. Mengingat salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian kepada Masyarakat salah satunya dengan cara kami yaitu melalui implementasi mesin pengering kopi,” pungkas Feri.

Penulis : Feri Irawan

Editor : Kusumo Wardani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here