Alat Tanam Biji Jagung Semi Otomatis (ALTABATIS) karya mahasiswa Universitas Tidar lolos seleski dan berhak maju ke ajang Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 31 di Universitas Yogyakarta pada 28 Agustus – 2 September 2018.

Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) Alat Tanam Biji Jagung Semi Otomatis dengan Metode Mechanics Centrifugal Pressure Guna Meningkatkan Produktivits Pertanian di Desa Blengorwetan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen merupakan buah karya kata Didi Muno Irawan, Agus Musafa, Diky Ilham Ivandianto, Muhamad Aflakhul Adib, dan Ririh Rubus Setyaningrum.

“Ide awal muncul dari para petani yang menanam jagung menggunakan cara tradisional yaitu dengan mencangkul tanah hingga kedalaman sekitar 20cm, menabur biji jagung, dan meratakan kembali tanah dengan abu. Cara ini kurang efektif dan efisien, petani jadi cepat lelah dan pengerjaan lahannya pun memakan waktu yang lama,” kata Didi.

Hal itulah yang memicu Didi dan rekan-rekannya untuk membuat terobosan baru menggunakan teknologi yang lebih praktis, tiga pekerjaan dapat dikerjakan dengan satu alat yaitu menggunakan ALTABATIS.

Pihak kampus mendampingi Tim Altabatis mulai dari persiapan poster, bahan presentasi serta cara mempresentasikan karya mereka di depan juri.

“Dibantu Bapak Tommy Yuniawan, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) kami dibimbing bagaimana mengemas sebuah presentasi lebih matang, jelas dan menarik. Sebagai reviewer PKM banyak masukan beliau yang membantu kami, semoga kami bisa mendapatkan gelar juara,” tambah Didi.

ALTABATIS adalah alat tanam biji jagung yang memanfaatkan gaya hasil dari putaran roda (Mechanics Centrifugal Pressure)yang memiliki ukuran150 cm x 20 cm x 100 cm, dengan berat 20 kg. Alat ini memiliki tiga fungsi yaitu dapat membuat lubang pada tanah, mengisi lubang dengan biji jagung, dan dapat menutup dengan abu, sehingga para petani tidak perlu bekerja ekstra saat proses menanam jagung.

Cara menggunakannya pun cukup mudah, hanya dengan mendorong alat tersebut, maka alat sudah dapat membuat lubang pada tanah, mengisi lubang dengan biji jagung, dan meratakan tanah dengan abu.

Kinerja ALTABATIS sesuai dengan jargon yang diusung oleh kelompok ini yaitu “Dorong, Tancap, Jadi”. Saat uji coba di salah satu lahan petani Dumpoh, Magelang Utara, Kota Magelang, alat ini dapat bekerja sesuai fungsinya. Hanya saja, masih perlu penyempurnaan dalam hal mekanisme pengeluaran biji jagung dan abu.

“Saya berharap, alat ini dapat mempermudah kinerja para petani jagung khususnya mitra kami yaitu Kelompok Tani Dwi Jaya Margar Sari Desa Blengorwetan, Ambal, Kebumen,” pungkas Didi.

Persiapan tim ALTABATIS menuju PIMNAS meliputi laporan akhir, poster, presentasi, xbanner, dan pengurusan hak paten. Didi juga membagikan tips bagi para mahasiswa agar PKM-nya dapat lolos ke PIMNAS, yaitu harus tekun dan semangat. (Khusnul Soneta-Mg/DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here