Wilda Ulfiyanti dan Rahma Adinda Dwi Lestari, tim Universitas Tidar mewakili Provinsi Jawa Tengah meraih juara 2 pada Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) nasional tingkat perguruan tinggi. Penghargaan atas prestasi ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Kamis (20/09) di Hotel Golden Flower, Bandung.

Wilda dan Dinda berhak membawa pulang hadiah sebesar 30 juta rupiah dengan rincian uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah dan beasiswa sebesar 20 juta rupiah.

Pada tahap penilaian oleh juri, perwakilan perguruan tinggi dan SMA dari Provinsi Jawa Tengah mendapat nomor urut terakhir. Wilda dan Dinda pun harus menunggu dari jam 9 pagi dan baru mendapat giliran penjurian pukul 2 siang. “Mood sudah amburadul dan lelah namun, alhamdulilah proses penjurian lancar dan akhirnya kami mendapat gelar sebagai Juara 2 tingkat nasional,” tutur Wilda.

Tim UNTIDAR mengusung ASEM DONG (alat semprot dorong) sebagai inovasi alat semprot pestisida yang dibutuhkan para petani khususnya petani holtikultura di wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.

“Alat ini membantu para petani agar tidak mudah lelah jika harus menggendong sprayer serta daya tampungnya pun cukup banyak yaitu 12 liter. Jadi petani akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan penyemprotan pestisida di lahannya,” tambah Dinda.

Menurutnya, inovasi alat-alat seperti ASEM DONG ini mampu meningkatkan ketertarikan para petani untuk memanfaatkan lahan dengan geografi tidak rata untuk ditanamin bermacam tanaman holtikultura. “Mari sebagai generasi muda berkontribusi membantu para petani kita, jika tidak bisa dengan tenaga maka kita bisa berkontribusi lewat menciptakan alat-alat yang bisa membantu pekerjaan para petani,” ujar mahasiswi Prodi pendidikan Bahasa dan Sastra semester 7 ini.

Walaupun baru pertama kali terlibat pada ajang perlombaan tingkat nasional, Wilda dan Dinda mengaku optimis karena sudah mempersiapkan mental, alat serta materi dengan matang.

“Terima kasih kepada pendamping dan teman-teman dari UNTIDAR yang telah membantu persiapan hingga kami dapat mempresentasikan ASEM DONG dengan lancar dihadapan juri dan 33 tim lain dari masing-masing provinsi di Indonesia,” ujar Dinda.

Tidak hanya mengikuti acara penjurian,  seluruh peserta PCTA juga dibekai berbagai materi seperti entrepreneur, public speaking, manajemen bisnis, UMKM serta wawasan kebangsaan pada Senin-Jumat, 17-21 September 2018. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here