Universitas Tidar menjadi tuan rumah dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Pengembangan Science Techno Park (STP), Kamis (02/11). Kegiatan ini bertujuan melihat kesiapan lokasi pengembangan STP di Magelang.

Tim Satker Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diwakili oleh Edi Jatmika dan David L memaparkan konsep dasar STP dihadapan jajaran pimpinan UNTIDAR serta perwakilan dari beberapa dinas terkait di wilayah Kota Magelang.

“Ada 3 unsur terpenting dalam pengembangan STP yaitu Academic, Bussines dan Government disingkat ABG. Unsur akademik adalah perguruan tinggi, bisnis adalah praktisi dan pemerintah daerah,” jelas David.

STP merupakan suatu wahana sinergi kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan ekonomi berbasis inovasi dalam kerangka sistem inovasi daerah. STP tercantum dalam Visi Misi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yaitu dalam isi Nawa Cita ke-6 yang berbunyi “Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasana dan sarana dengan teknologi terkini”

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd menyatakan siap membantu dan berkontribusi penuh jika akhirnya disetujui Kota Magelang sebagai lokasi STP. “Sivitas akademika UNTIDAR siap membantu dalam bidang riset, sumber daya manusia serta fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan STP,” tutur Rektor.

Dalam kesempatan FGD ini, Tim Ristekdikti menggali informasi dan potensi dari wilayah Kota Magelang khususnya untuk dijadikan bahan pertimbangan pengembangan STP di wilayah ini. FGD ini melibatkan perwakilan dari Badan Pusat Statitstik (BPS), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di wilayah Kota Magelang.

“Potensi industri di Magelang salah satunya adalah industri tahu. Tapi, dalam pengolahannya sampai saat ini kami masih mengalami kesulitan pengelolaan limbah yang dihasilkannya. Jika STP nanti dibangun kami berharap permasalahan industry kecil yang seperti ini bisa dibantu solusinya,” kata FX. Edi Winarno perwakilan Disperindag Magelang.

Potensi industri merupakan bagian dari potensi ekonomi yang merupakan salah satu dari 4 indikator kelayakan STP. Indikator tersebut adalah potensi daerah, potensi sosial, ekonomi dan budaya, potensi kelembagaan dan potensi pengembangan teknologi dan inovasi.

“Kami berharap bisa kembali kesini (UNTIDAR) untuk melanjutkan proses pengembangan STP ke proses selanjutnya. Semoga hasil FGD ini bisa dipertimbangkan untuk segera ditindaklanjuti,” pungkas David. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here