Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada saat wisuda mungkin tidak pernah terlintas sedikitpun di benak Siti Marfuah. Untuk dapat melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi saja, Siti perlu berjuang selama 5 tahun setelah kelulusan SMAnya.

Siti merupakan wisudawan program studi (prodi) Akuntansi program diploma, Fakultas Ekonomi yang berhasil meraih IPK 3,87 yang merupakan IPK tertinggi pada wisuda Universitas Tidar periode Oktober 2017, Sabtu (14/10).

“Kumpulin biaya dulu dengan kerja apa adanya. Mulai dari nge-les-in anak SD, SMP sampai SMA. Bantuin bikin kue tetangga, jualan buku, jemput anak les atau jasa beliin barang,” ungkap Siti.

Siti menjelaskan penghasilannya pun tidak menentu mulai dibayar Rp 2000 setiap satu kali datang untuk 1 kali pertemuan les atau Rp 5000 tiap 3 kali pertemuan. “Dulu 1 bulan hanya dapat 100 ribu saja tapi sekarang Alhamdulillah, berkat orang tua murid mempromosikan les dengan Siti ke orang tua lain jadinya pendapatan sudah lumayan ya cukup untuk biaya kuliah bahkan bantu berbenah rumah sedikit demi sedikit,” tambahnya.

Siti tinggal di Jalan Buton Cemara RT 03 / RW 04, Kedungsari, Magelang bersama Bapak Muh Jalaludin dan Ibu Satuna serta 4 saudaranya. Orang tuanya bekerja sehari-hari sebagai penjual sate. “Saya sehari-hari jualan sate keliling, kalo Ibu jualan sate di pasar payaman. Penghasilan ya pas-pasan untuk biaya 5 orang anak. Tetapi, Siti dari SD sudah mulai cari biaya sendiri buat sekolah. Bisa sekolah tanpa merepotkan Bapak Ibu saja sudah Alhamdulillah apalagi Siti jadi lulusan terbaik,” ujar Bapak Muh Jalaludin.

Dalam kesehariannya, walaupun sudah cukup sibuk dengan kuliah atau kerja, Siti masih bisa mengantar dan menjemput Ibunya yang setiap pagi harus menjajakan jualannya. “Siti tidak pernah meminta malah Ibu yang diberi. Semoga Siti bisa cepet dapat kerja tetap setelah lulus,” katanya.

Kelahiran Sampang, 21 Juni 1991 ini dikenal sebagai pribadi yang pintar, ulet dan percaya diri di kalangan teman kuliahnya. Peraih juara 3 Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat universitas ini mengaku tidak pernah malu dengan keadaannya. “Tidak malu, jalani aja, lulus kuliah trus dapat kerja tetap, fokus,” ujar Siti.

Siti saat ini sedang mengambil kursus Bahasa Jepang selagi menunggu mendapat panggilan dari lamaran pekerjaan yang dia kirimkan. Menjadi wanita karir merupakan target jangka pendeknya kedepannya dia ingin mendirikan usaha sendiri dan membangun sebuah perpustakaan dimana semua orang biasa membaca gratis. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here