PKM 2018 : CHOPRAL SOLUSI BAHAYA POLUSI UDARA

0
417

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Tidar membuat sebuah prototype alat penyaring/filter udara dengan metode memperpanjang lintasan.

“Saat perjalanan pulang dari Kebumen ke Magelang saya melewati daerah Tempuran, kabupaten Magelang. Pada lokasi ini banyak terdapat pabrik yang menghasilkan polusi udara. Saya yang hanya terjebat macet beberapa saat saja merasa kurang nyaman palagi bagi warga sekitar yang setiap hari menghirup udara kotor yang tercampur polusi,” kata Luthfi Sahal, mahasiswa Prodi Teknik Sipil asal Kebumen.

Berdasarkan pengalaman ini, Lutfi bersama kedua temannya yaitu Tegar Adi Prabowo (Teknik Mesin) dan Ahmad Choirul (Teknik Mesin) mencoba membuat sebuah inovasi penyaring udara untuk mengurasi polusi udara terutama di wilayah industri/pabrik.

“Kami menyebutnya Chopral yaitu prototype penyaring asap hitam sisa pembakaran dari cerobong pabrik,” kata Lutfi.

Inovasi ini dituangkan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) CHOPRAL : Innovation Industrial Smoke Filter Berbasis Filtrasi dan Injeksi Sebagai Solusi Menetralisir Asap Hitam Sisa Pembakaran Dari Cerobong Pabrik Dengan Metode Memperpanjang Lintasan.

PKM Chopral merupakan salah satu PKM dari 21 PKM mahasiswa UNTIDAR yang lolos didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2018 ini.

Cara kerja dari prototype  ini terbilang cukup sederhana. “Cara kerja prototype ini yakni dengan menyaring asap hitam sisa pembakaran pabrik dengan membuat lintasan berkelok yang bertujuan memperpanjang lintasan asap,” terang Tegar.

Asap yang keluar dari cerobong pabrik akan diarahkan dengan bloer sehingga menuju ke pipa dan melewati 3 filter udara. Terdapat 3 kelok/perpanjangan pipa dimana sebelum memasuki pipa pertama asam akan melalui filter air (injeksi zat cair) dan akan dilakukan kembali setelah melewati pipa atau filter ke 3. “Asap melalui 3 filter pada 3 perpanjangan pipa. Injeksi zat cair dilakukan 2 kali, yang pertama sebelum asap memasuki filter 1 dan setelah melalui filter 3 untuk memastikan udara yang tersaring sudah bersih atau aman bagi pernafasan,” tambahnya.

Kedepannya besar harapan Lutfi dan teman satu timnya untuk mengembangkan prototype ini dan diaplikasikan secara nyata pada pabrik-pabrik sehingga dapat menangani masalah polusi udara di sekitar wilayah Tempuran khusunya dan lokasi industry lain pada umumnya. “Kami mempunyai harapan besar, prototype ini nantinya dapat di realisasikan menjadi alat sungguhan yang bisa di aplikasikan ke prabik-pabrik industri di Magelang khususnya dan di Indonesia umumnya serta mendapatkan paten,” Pungkas Lutfi. (Tim PKM Chopral/DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here