Sebanyak 262 peserta yang terdiri dari pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Universitas Tidar mengikuti pelatihan Bela Negara di Akademi Militer (AKMIL) Magelang, Sabtu-Minggu (18-19/11). Pelatihan ini merupakan upaya menumbuhkan sikap dan perilaku yang teratur dalam menunaikan hak dan kewajiban bela negara atas landasan cinta tanah air.

Upacara pembukaan Bela Negara dosen, pimpinan dan tenaga kependidikan UNTIDAR

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kolonel Inf. Trenggono, S.I.P. selaku Wakil Direktur Pembinaan Lembaga AKMIL. “Selamat datang kepada dosen, pimpinan dan tenaga kependidikan UNTIDAR di lembah tidar. Salah satu poin yang akan diberikan dalam pelatihan Bela Negara ini adalah disiplin terutama disiplin waktu,” tuturnya.

Seluruh peserta dituntut untuk menjaga kedisiplinan dan ketertiban selama pelatihan. “Jam kegiatan akan diatur sesuai porsi masing-masing. Termasuk kegiatan istirahat, mandi dan makan. Luarannya diharapkan kedisiplinan disini nantinya dapat diterapkan di instansi bapak ibu sekalian,” tambahnya.

Materi kepemimpinan oleh Letkol Arh. Heri Wijanarko

Materi pada hari pertama meliputi pelatihan baris berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, kepimpinan, proxy war serta pemberian motivasi. Materi kepemimpinan disampaikan oleh Letkol Arh. Heri Wijanarko menitik beratkan bahwa pemimpin layaknya yang jujur, bertanggung jawab dan dapat dipercaya. “Pemimpin itu bukan didapatkan hanya dari pelatihan namun juga harus punya modal lainnya yaitu akademik, jasmani dan kepribadian,” ujarnya.

Pada hari kedua, sebagian besar kegiatan dilakukan diluar ruangan yaitu naik ke Gunung Tidar dan outbond. Selain menguji ketahanan fisik, para peserta juga diuji bagaimana dapat bekerjasama dalam tim.

Pembacaan Ikrar Bela Negara dipimpin Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. memimpin seluruh peserta Bela Negara mengucapkan Ikrar Bela Negara di puncak Gunung Tidar. “Kami pelatihan Bela Negara Universitas Tidar berjanji : siap menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi Bangsa dan Negara Indonesia; siap menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; siap menjunjung tinggi asas Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia; siap menjaga dan melaksanakan UUD ’45; siap mendukung dan melaksanakan segala upaya pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat adil dan makmur,” kata Rektor saat memimpin ikrar.

Kegiatan outbond Bela Negara

Kepala Urusan Pemeriksa Psikologi AKMIL, Reza Pahlevi menyatakan salut bahwa dosen, tenaga kependidikan/staf bahkan pimpinan UNTIDAR bersemangat bahkan mengikuti setiap kegiatan Bela Negara. “Saya salut, para pimpinan bahkan Rektor UNTIDAR mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Bahkan pada sesi outbond pun, bapak Rektor tidak mau ketinggalan,” ucapnya saat membuka kegiatan outbond di Lapangan Taruna AKMIL.

Kegiatan outbond dirancang untuk melatih kerjasama tim, strategi, kekuatan serta ketangkasan. “Menang atau kalah dalam permainan outbond bukanlah ‘goal’ utama tetapi bagaimana kekompakan, komunikasi serta kerjasama ini yang harusnya diimplementasikan juga dalam bekerja sehari-hari di UNTIDAR,” kata Reza Pahlevi.

Kegiatan Pelatihan Bela Negara pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR didukung oleh perusahaan farmasi pertama dan BUMN terbesar di Indonesia, Kimia Farma. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here