Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen baru Universitas Tidar diselenggarakan Sabtu (04/11) di ruang pertemuan Gedung Fakultas Teknik. Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yususf, MPd.; Wakil Rektor Bidang Akademik, dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi narasumber dalam kegiatan yang diikuti 26 dosen baru ini.

“Dosen itu harus mampu mengarahkan mahasiswa untuk mengangkat fenomenal sosial disekitarnya ke ranah ilmiah,” kata Rektor.

Dalam kesempatan ini, Rektor UNTIDAR memberikan materi perihal belajar berbasis riset dalam kurikulum perguruan tinggi. “Dalam proses pembelajaran, mahasiswa ditekankan untuk belajar berbasis riset. Interaksi belajar terbagi atas 3 proses yaitu antarmahasiwa, dosen dan mahasiswa dan mahasiswa dengan pakar,” jelasnya.

Pada sesi kedua, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. memaparkan meteri Kompetensi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). “Mendapatkan gelar ahli madya, sarjana atau magister tidaklah cukup, lulusan juga harus berkompetensi atau berlevel,” kata WR 1.

Perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat (stakeholder) harus berbanding lurus dengan kompetensi lulusan UNTIDAR setiap waktunya. “Di luar negeri, beberapa perusahan atau perguruan tinggi sudah menerapkan “level”. Jadi gelar sarjana tetapi ketika mengikuti uji kompetensi tidak mencapai level standar misalnya 6-8 makan lulusan tersebut bisa saja tidak akan diterima bekerja disana,” tuturnya.

Pada sesi ketiga, Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si. memaparkan materi mengenai Active Learning dimana dalam proses pembelajaran, penentuan langkah atau teknik yang tepat menentukan proses pembelajaran itu sendiri. Bagaimana esensi dari mata kuliah dapat diterima oleh mahasiswa secara maksimal. Ketiga narasumber PEKERTI tersebut memaparkan materi-materi yang bertujuan membuka pemahaman dosen-dosen baru di UNTIDAR tentang bagaimana “cara” mengajar yang ideal. Sebagian besar dosen muda masih belum paham benar perihal kurikulum, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), metode pembelajaran, dll.

“Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat terutama untuk kami para dosen baru. Semakin berkembangnya zaman maka semakin unik juga karakteristik mahasiswanya oleh karenanya perlu adanya peningkatan keterampilan dasar teknik intruksional yang disesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga luaran yang dihasilkan dapat maksimal baik untuk dosen dan mahasiswa bisa tercapai,” kata Widitya Tri Nugraha, S.Pt. M.Sc., salah satu peserta PEKERTI yang juga dosen baru Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian UNTIDAR. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here