Universitas Tidar menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama dengan PT. Mekar Armada Jaya (New Armada), Sabtu (14/10). Penandatangan kerjasama ini dilangsungkan pada sesi akhir Wisuda Periode Oktober 2017 lalu.

“Ke depannya, lulusan UNTIDAR mendapatkan prioritas utama untuk dapat bekerja di PT. New Armada maupun unit usaha lain dibawah naungannya. UNTIDAR berharap tidak hanya mampu membekali ilmu tapi mengantarkan para lulusannya ke dunia kerja,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Maksud dan tujuan MoU ini adalah kerjasama dalam pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh pihak UNTIDAR atau PT. New Armada untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing pihak dan kelancaran tugas masing-masing pihak.

Penandatangan kedua belah pihak diwakili oleh Harris Imam Suntoko selaku Direktur Human Capital (HC) & Generai Affair (GA) dari PT. New Armada dan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd selaku Rektor Universitas Tidar.

“Hari ini Senin (14/10) dan Kamis mendatang 8 lulusan UNTIDAR yang telah kami seleksi sebelumnya menjalani psikotest, semoga hasilnya memuaskan dan langsung bisa bekerja” kata Harris.

Dari 8 lulusan yang mendapat undangan untuk proses psikotest ada terdapat nama Siti Marfuah, mahasiswi lulusan terbaik dengan IPK 3,87 dari Prodi D3 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Lukman Nurul Hakim mahasiswa lulusan terbaik kedua dengan IPK 3,81 dari Prodi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik.

“Saya sudah berusaha maksimal saat mengerjakan test tadi. Optimis dan selalu berdoa diberikan jalan terbaik. Orang tua pun kemarin sangat senang ketika mendapat kabar ini, di hari yang sama pewisudaan mendapat undangan test psikotes di New Armada, sangat bersyukur,” tutur Lukman saat diwawancara pasca menjalani proses psikotest.

Alief Rizka H., Kepala Unit Recruitment & People Development, PT. New Armada Magelang berharap kerjasama ini dapat meningkatkan sinergi antara dunia pendidikan dan industri. “Kerjasama dapat dikembangkan dalam riset produk (product engineering), perbaikan proses produksi (production improvement), peningkatan kompetensi manpower (scaling up competency) dan hal-hal lain untuk kemajuan pendidikan dan industry Indonesia,” tuturnya. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here