Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora RI) bekerjasama dengan Universitas Tidar menyelenggarakan Seminar “Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda,”pada Kamis (09/08).

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Imam Gunawan, Asisten Deputi Kewirausahaan, Kemenpora yang hadir mewakili Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga yang berhalangan hadir.

“Pemuda harus berani berwirausaha. Pada seminar ini manfaatkanlah kesempatan mendapatkan ilmu dari para pemateri dan kalian dapat melihat produk-produk wirausaha oleh mahasiswa UNTIDAR di stand belakang,” tuturnya.

Pada seminar ini, sekitar 10 stand wirausaha mahasiswa UNTIDAR juga ikut dipamerkan. Salah satu yang menarik banyak perhatian adalah “Pangeran Tidar”

Pengelolaan Jamur Merang Awetan Tidar atau disingkat Pangeran Tidar merupakan judul program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) mahasiswa UNTIDAR yang lolos seleksi dan mendapat pendanaan dari Kementerian riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Pangeran Tidar ini beranggotakan empat orang yang terdiri atas Erni Lestari (ketua/S1 Agroteknologi), Didi Muna Irawan (anggota/SI Teknik Mesin), Sigit (anggota/S1 Teknik Sipil), Ridwan Maulana (anggota/SI Teknik Elektro), dan Miftahul Ilmi (anggota/S1 Agroteknologi). Sebelum membentuk KBMI ini, mereka telah memiliki usaha “Darush Nusantara” (budidaya jamur merang) yang kemudian dikembangkan menjadi jamur merang awetan.

“Sebenarnya sudah memiliki usaha bernama Darush Nusantara. Setelah panen, kami pasarkan. Namun, untuk tahun ini kami mengembangkan jamur merang awetan. Jamur yang sudah dipanen, kami awetkan supaya bisa bertahan tiga hari atau paling lama selama tiga bulan. Darush Nusantara itu Tidar Mushroom, jamurnya Tidar yang berlokasi di Payaman, Magelang. Untuk KBMI ini, kami mengambil judul tentang Jamur Merang Awetan. Dari jamur itu, akan memodifikasikan alat cup sealer-nya,” ujar Erni.

Proses dari jamur awetan itu sendiri melalui pencucian, perebusan, perendaman menggunakan asam sitrat selama 10 menit, dan pengemasan dengan menggunakan air garam sebanyak 1% dari air. Jamur merang yang telah beres dimasukkan ke cup.

Cup perlu ditutup supaya tidak berkontraksi dengan udara dengan memanfaatkan cup sealer.Untuk alat-alatnya, sudah bisa saya prediksi 90% sempurna yang digunakan untuk menunjang proses pengawetan. Pengawetannya itu nanti dengan proses pengasaman. Untuk mendukung proses tersebut, tentunya perlu ada tempat pengemasan khusus supaya bisa tertutup rapat. Kami memanfaatkan alat cup sealer-nya itu,” tambah Didi selaku pemegang bagian alat.

Cup sealer merupakan mesin yang digunakan untuk menutup permukaan cup minuman. Cup sealer ini biasanya digunakan untuk kemasan jus atau minuman jenis lain yang berbahan plastik. Sama halnya dengan jus, jamur merang awetan ini juga menggunakan kemasan itu. Namun, dalam hal ini memodifikasi dan inovasi dari segi sumber energinya yaitu panel surya.

“Kami memikirkan bahwasannya ke depan sumber energi itu semakin terbatas. Kami memanfaatkan panel surya (cahaya surya) matahari sebagai sumber sekunder. Misalnya, dalam memproduksi sesuatu terjadi mati listrik atau di daerah terpencil yang belum ada listriknya kita bisa memanfaatkan panel surya dengan beberapa komponen, seperti inverter, aki, dan solar charge. Itu sebagai panel suryanya,” ungkap Didi.

Alatcup sealermenggunakan prinsip kerja pemanasan (heating) dan pemotongan (cutting). Alat tersebut tentunya akan menghasilkan panas. Prinsip kerja pemanasan itu nantinyabisa menghasilkan listrik.

“Kami juga memanfaatkan panas cup sealer-nya. Alat tersebut akan menghasilkan panas (proses penekanan). Dari panasnya itu, bisa menghasilkan listrik dengan menggunakan komponen termoelektrik,” tambah Didi.

Jamur yang dipamerkan dalam acara seminar kewirausahaan ada dua jenis, yaitu jamur segar dan jamur awetan. Jamur segar sendiri ditawarkan seharga Rp 7000,00/cup dan jamur awetan seharga Rp 14.000,00/cup.

Tim Pangeran Tidar ikut meramaikan seminar kewirausahaan sebagai inisiatif untuk memperkenalkan produknya, membuktikan bahwa produk mereka berpotensi besar untuk laku dipasaran serta untuk keperluan dokumentasi monev nantinya. (Septina Tri Huwaida-mg/DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here