Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi menekankan pentingnya pemahaman tentang agenda setting dan framing bagi semua jurnalis. “Momen atau event menarik tidaklah cukup untuk membuat sebuah berita yang baik tapi juga bagaimana angle atau sudut pandang penulis memberitakannya,” jelasnya.

Agenda setting merupakan proses pemberitaan sehingga media tidak hanya menyalurkan info tentang suatu isu atau peristiwa namun juga membuatnya mempunyai nilai lebih. Sedangkan framing adalah kepanjangan dari teori agenda setting dimana dilakukan pemilihan fakta-fakta, menonjolkan nilai-nilai tertentu dan melemahkan yang lain dan dikemas dalam suatu berita. Framing digunakan untuk melahirkan citra atau kesan tertentu oleh media atau membentu wacana yang ingin ditangkap oleh khalayak luas.

Pada acara Pelatihan Jurnalistik bersama Suara Merdeka, Kamis (07/12) sejumlah 120 peserta mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mendapatkan materi mengenai jurnalistik di media massa. Tidak hanya materi dari Pemred, peserta pelatihan jurnalistik juga mendapat penjelasan mengenai proses peliputan, pemilihan headline, pencetakan serta distribusi media massa olah Senior Manager Business Development Suara Merdeka, Adi Susanto dan Imam Nuryanto, koordinator Suara Merdeka wilayah Kedu.

Setelah mendapat materi, setiap mahasiswa mempraktekkan langsung materi yang telah didapatkannya dengan menulis berita acara hari itu. “Pada dasarnya kalian sudah memiliki basic utama seorang jurnalis yaitu bahasa. Tapi, perlu dibiasakan lagi bagaimana mem-framing moment sehingga berita jadi lebih menarik,” tambah Gunawan.

Pada akhir acara, terpilihlah 3 berita terbaik yaitu Nirma Melati, Rizka Lumayanti dan Mustika Rosiana yang akhirnya diundang oleh Suara Merdeka untuk mengiktu acara peresmian Suara Merdeka Corner pada Kamis (14/12) di UNISBANK Semarang. (Diah Octavia Puji Astuti-mg/DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here