Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya kualitas dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

“Anggaran Pembangunan infrastruktur saat ini meningkat 3 kali lipat menjadi 2,1 triliyun dari sebelumnya 500-700 milyar. Naiknya anggaran sejalan dengan perbaikan berbagai macam infrastruktur, salah satunya berkurangnya jalan berlubang di Jawa Tengah,” jelasnya.

Pada seminar nasional dengan tema “Pengembangan Insfrastruktur Transportasi sebagai Faktor Pendukung Pembangunan Nasional” di Universitas Tidar, Selasa (25/09), Ganjar juga menjelaskan tidak cukup hanya membangun saja tapi juga bagaimana mengontrol dan bagaimana masyarakat bisa melihatnya secara nyata.

Dalam 5 tahun kedepan, Jawa Tengah akan mempunyai 9 waduk baru untuk memenuhi kebutuhan air terutama untuk para petani. Selain waduk, 4 bandara yaitu Ahmad yani (Semarang), Jenderal Sudirman (Purbalingga), Bandara Karimun Jawa dan Bandara Cepu Blora terus digenjot untuk meningkatkan perekonomian terutama di sektor wisata.

“Jawa Tengah bisa dikatakan sebagai satu-satunya provinsi yang mewajibkan semua dinasnya mempunya akun media sosial. Setiap hari saya bisa langsung mengontrol pekerjaan setiap dinas terkait lengkap dengan foto dan waktunya, laporan real time, no picture = hoax,” tambahnya.

Ganjar menambahkan bahwa Jawa Tengah sedang berbenah menuju open government atau pemerintah yang transparan. Pelaporan yang dahulu berbentuk dokumen tebal penuh dengan tulisan dirubah dengan memanfaatkan media sosial, lampiran foto dan video lengkap dengan keterangan tempat dan waktu.

“Progres pembangunan bisa dikontrol setiap saat. Contohnya Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, dinas yang paling banyak laporan lewat media sosial, wilayah mana yang sedang diperbaiki dan sampai mana progressnya dapat diikuti setiap saat,” ujar Ganjar.

Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS), Fakultas Teknik, UNTIDAR ini dihadiri 450 peserta. Tidak hanya dari kampus sendiri, peserta juga datanf dari beberapa perguruan tinggi di Karesidenan Kedu dan Solo.

Pada seminar ini, Kepala PU Binamarga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ir. Bambang Nugroho Kristiadji, M.Si juga berkesempatan menyampaikan program penanganan jalan berlubang 2 hari sebagai realisasi program Jateng Tanpa Lubang.

Pada seluruh peserta seminar yang sebagian besar merupakan mahasiswa Teknik Sipil, Ganjar berpesan bahwa mereka mempunyai andil dan tanggung jawab moral dalam kegiatan pembangunan infrastruktur disekitarnya.

“kalian mahasiswa sipil mempunyai tanggung jawab moral mempertahankan kualitas dalam setiap proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Ingat, uang bukan masalah tapi tetap kualitas yang utama agar tidak merugikan pihak-pihak lainnya,” pungkasnya. (DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here