Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar mengadakan kuliah umum dengan narasumber Dr. Teuku Afrizal dari Unit Penyelidikan Etnografi dan Pembangunan, Fakultas Kemanusiaan, Seni dan Warisan, Universitas Malaysia Sabah pada Kamis (23/11).

Mengusung tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas : Perspektif Sosiologi”, Dr. Teuku Rizal menyatalan bahwa lingkungan dan manusia merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. “Jangan hanya melihat lingkungan dari fisiknya yang tidak bergerak namun juga dari kebermanfaatannya bagi manusia. Misalnya bukan hutan yang jaga kita tapi kita juga harus menjaganya,” katanya.

Permasalahan sampah yang semakin membahayakan lingkungan menuntut adanya pengelolaan sampah yang lebih baik. “Permasalahan sampah muncul karena masyarakat masih mengelola sampah secara individu. Maka itu, pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa dijadikan solusi untuk masalah ini,” tambahnya.

Pengelolaan sampah berbasis komunitas adalah pengelolaan sampah melibatkan patisipasi komunitas/masyaralat secara aktif dalam sistem pengelolaan sampah mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi.

Kuliah umum ini merupakan kegiatan lanjutan kerjasama UNTIDAR dan UMS pasca penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara FISIP UNTIDAR dan Fakultas Kemanusiaan, Seni dan Warisan UMS pada 24 Oktober 2017 lalu.

“Selain FISIP, selanjutnya setiap fakultas juga menyusul menjalin kerjasama dengan UMS. Kedepannya akan diadakan student mobility antar UNTIDAR dan UMS, kegiatan ini akan dimediatori oleh universitas namun dilaksanakan oleh fakultas masing-masing,” jelas Kasubag. Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, R. Suryoto Edy Raharjo, S.T.

Menurutnya, kerjasama dengan UMS akan dilanjutkan pada tahap Letter of Agreement  (LoA) pada 5-8 Desember 2017. Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd direncanakan akan menandatangani LoA tersebut secara langsung di Malaysia.

“Pelan tapi pasti kerjasama dengan pihak luar negeri mulai dirintis UNTIDAR. Mahasiswa diharapkan antusias dan menanggapi kesempatan ini dengan serius. Tugas universitas hanya membuka cakrawala mahasiswa,” pungkasnya. (Milatul Hidayah-mg/DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here