Bencana banjir bandang dan tanah longsor, Sabtu (29/04) lalu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, terputusnya aliran listrik hingga saluran air bersih. “Kami ingin membantu warga membangun kembali saluran air yang terputus dan dikemudian hari seterusnya dapat digunakan oleh warga,” tutur Drs. Hery Suroso, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR.

Pengerjaan pembangunan saluran air selesai pada Minggu (06/04) sepanjang 1,2 km menggunakan 300 pipa dengan panjang masing-masingnya 4 meter dan berdiameter 2,5 inch. Pada Senin (08/05) air sudah mengalir ke Dusun Nipis dan terdistribusi ke rumah warga.

Penyaluran air bersih menggunakan 300 pipa sepanjang 1,2 KM.
                                Penyaluran air bersih menggunakan 300 pipa sepanjang 1,2 KM.

Mulai dari proses survei lapangan hingga pemasangan pipa melibatkan mahasiswa UNTIDAR yang dikoordinasi oleh Bayu Setiaji Muslih, Ketua BEM KM. “Setiap harinya mulai Kamis (04/06) lalu sekurang-kurangnya ada 30 mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan,” jelas Bayu.

Bayu yang juga mahasiswa Prodi Teknik Sipil memaparkan medan pemasangan pipa pasca bencana sulit dijangkau. “Ada tebing yang longsor dengan kemiringan hingga 70 derajat padahal area ini merupakan jalur pipa air sebelumnya sehingga kami harus mencari rute yang baru,” tambahnya.

Pemasangan pipa di lokasi yang terkena banjir.
                                           Pemasangan pipa di lokasi yang terkena banjir.

Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang juga turut membantu dalam pengadaan pipa serta pemasangannnya juga dibantu warga sekitar beserta TNI. Saat ini UNTIDAR memiliki Basecamp di Dusun Nipis tepatnya dirumah Bapak Nasrodi. Basecamp tersebut merupakan tempat berkumpul para relawan dari UNTIDAR. (DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here