Kasiops Korem 072 Pamungkas Yogyakarta, Letkol Inf. Riyanto, S.I.P. saat menyimak pertanyaan dari mahasiswa dalam acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan.

MAGELANG – Berbagai macam isu negatif yang mengancam persatuan kesatuan bangsa mulai menyeruak akhir-akhir ini. Aksi (4/11) dan (2/12) berpotensi diboncengi berbagai kepentingan oknum yang tidak bertanggungjawab yang bertujuan mengusik perdamaian umat beragama di Indonesia.

“Wawasan kebangsaan perlu ditanamkan kepada seluruh warga negara Indonesia terutama mahasiswa yang secara langsung merasakan dampak gejala sosial yang kurang kondusif seperti saat ini,” kata Kasiops Korem 072 Pamungkas Yogyakarta, Letkol Inf. Riyanto, S.I.P., pada acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Rabu (23/11) lalu di auditorium UNTIDAR.

Mahasiswa diajak berpikir logis dan tidak mudah terprovokasi hingga bereaksi berlebihan. “Para invisible hand berusaha melemahkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai isu dan teror negatif,” tambahnya. Negara yang terpecah belah mudah dikuasai negara lainnya. Dijadikan negara boneka serta menjadi lahan eksploitasi sumber daya alam untuk mencukup kebutuhan negara yang menguasainya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., dalam sambutannya juga menyampaikan keprihatinannya atas rasa “memiliki” putra-putri bangsa Indonesia yang sudah mulai menurun. “Dalam melafalkan Indonesia saja masih banyak yang salah, terkadang menjadi ‘endonesia’ atau ‘indonesa’ ini contoh salah tapi sudah dianggap biasa oleh orang kebanyakan,” tuturnya.

Bahasa Indonesia dalam teks sumpah pemuda dicantumkan sebagai salah satu simbol pemersatu bangsa. Tapi, dewasa ini para generasi muda hanya sebatas menggunakannya saja tanpa memahami makna dan menggunakannya tidak sesuai kaidah yang benar.

Sosialisasi wawasan kebangsaan digelar serentak di seluruh Indonesia khusunya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mengusung tema “Era Globalisasi dan Perspektif Ancaman Negara”, Letkol Inf. Riyanto, S.I.P. tidak hanya menyampaikan materi namun juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa khususnya mengenai isu-isu yang beredar saat ini. (DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY