Bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Totogan, Kecamatan Karang Sambung, Kabupaten Kebumen menggerakkan Endah Pangestuti, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Tidar menyusun sebuah program penanganan bencana di wilayah ini.

Keadaan tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi menjadi pemicu tanah longsor. Masyarakat yang terlambat memahami tanda-tanda ini terancam keselamatannya jiwa raga, rumah serta lahan pertaniannya. Endah bersama 4 anggota timnya yaitu Fara Indah Damayanti, Aprilia Ayu Nugraheni, Mustika Handayani, dan Bintoro Eri Adriyan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) “Milanta” (Mitigation of Landslides in Totogan) menyelenggarakan pendidikan pencegahan bencana tanah longsor kepada masyarakat Totogan.

Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.
                                    Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.

Ketua Pelaksana PKM-M Endah Pangestuti menerangkan bahwa daerah tersebut rutin setiap tahunnya terkena longsor baik terjadi di jalan, tebing bahkan sampai di rumah warga. “Kedepannya saya dan tim berharap masyarakat mulai mengenali tanda-tanda bencana dan cara pencegahannya sehingga muncul rasa aman tanpa was-was sewaktu-waktu longsor kembali,” tuturnya.

Pemilihan Desa Totogan sebagai lokasi PKMM karena Dilakukan di desa ini selain karena kondisi tanah juga ingin membuat masyarakat sekitarnya merasa aman untuk mengurangi resiko, melalui tindakan pencegahan dan penanggulangan setelah bencana terutama bencana longsor  meskipun belum seluruhnya,“ jelasnya.

Dibawah bimbingan Dosen Retno Dewi Pramodia Ahsani., SIP., MPA, Endah dan tim melaksanakan 4 kegiatan yang dimulai dari simulasi, pembuatan terasering, reboisasi dan pembuatan turap. Kegiatan Simulasi ini dengan mengumpulkan warga memberikan pengetahuan tentang bencana longsor, kemudian membuat terasering juga melakukan upaya reboisasi. Penanggulangan tahap akhir adalah pembuatan turap setinggi 4 meter dan panjang hingga 15 meter untuk mencegah longsoran kembali. Semuanya dilakukan mahasiswa bersama warga sekitar dibantu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Totogan.

Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.
                                      Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.

“Kami siap memberikan informasi yang mendukung kegiatan mahasiswa serta membantu semaksimal mungkin misal dalam pepbuatan terasering atau turap,” tutur Mismun Ketua LMDH Perhutani Totogan yang sekaligus menjadi pendamping PKM-M “Milanta” yang dilaksanakan pada bulan April dan berakhir pada 7 Mei 2017. (HDN/DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here