PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dengan judul  Untung Ganda dengan Bibit Manggis Kaki Ganda berlatar belakang adanya pencarian bibit manggis yang meningkat. Ardika dan timnya memiliki tujuan untuk mendukung hal itu dengan pembuatan bibit manggis yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan bibit manggis biasa.”Menumbuhkan bibit manggis dari biji umumnya membutuhkan waktu paling tidak 5 hingga 10 tahun baru menghasilkan buah sedangkan bibit hasil sambung pucuk dengan batang bawah berumur 2 tahun sudah bisa berbuah 1 tahun sejak disambung” katanya.

Bibit manggis kaki ganda dibuat menggunakan cara sambung pucuk dengan menggabungkan dua batang bibit manggis untuk menunjang serapan nutrisi dua kali lebih banyak dan pertumbuhannya cepat.  Penggabungan bibit manggis yang digunakan adalah bibit manggis unggul dalam berbuah dengan bibit manggis yang baik dalam beradaptasi dengan tanah dan tahan terhadap penyakit akar.

Bibit manggis unggul yang menghasilkan buah baik dari segi kuantitas maupun kualitas menjadi batang atas,  juga bibit manggis yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan penyakit akar menjadi batang bawah. “Batang tanaman manggis yang cenderung berbentuk pipih saat disambung antara batang atas dan batang bawah harus sebidang karenanya dibutuhkan keterampilan”, jelasnya.

Memilih media bibit manggis sebagai media sambung pucuk dikarenakan tingkat kesulitannya tinggi dibandingkan tanaman lainnya. Sebelumnya Ardika dan kawan-kawan telah mencoba pada tanaman durian, kelengkeng, duku maupun sawo.

PKM ini beranggotakan 3 orang yaitu Ardika Ageng Samudra selaku ketua dan dua anggota lainnya yaitu Fisiela Fikta Arunia dan Sri Windiyani. Saat ini bibit sudah dipasarkan di daerah Sumberan, Salaman.

Ardika menambahkan dari hasil perhitungan keuntungan yang didapat mencapai 50% dari harga jualnya. “Bibit biasa itu seharga Rp 5.000,00 saja dan sekarang kami buat agar nilai jual bertambah dengan sambung pucuk bibit manggis sebagai daya tarik tersendiri”, katanya.

PKM ini termasuk dari 12 pkm yang berangkat dalam monev eksternal yang berlangsung di UNNES Semarang bulan lalu. Dalam kesempatanya dalam presentasi PKM ini menarik perhatian kedua pemonev hingga akhirnya 3 bibit yang dibawa sebagai wujud produk dibeli dua bibit oleh pemonev. (HDN/DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here