Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengunjungi kediaman Destiyana Rahmaleta, salah satu mahasiswi penerima bantuan Bidikmisi dari Kabupaten Wonosobo, Senin (27/02). Bidikmisi membantu Desti, mahasiswi jurusan Teknik Sipil angkatan tahun 2016 melanjutkan pendidikannya di UNTIDAR. “Selalu ada jalan untuk mahasiswa berprestasi salah satunya Bidikmisi ini. Selain terbantu biaya kuliah tiap semester, penerima Bidikmisi juga mendapat uang saku sebesar 650 ribu per bulannya,” tutur Rektor UNTIDAR.

Bersama Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T.; Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan & Kerjasama (BAKPK), Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan beberapa staf UNTIDAR disaksikan Kepala Kelurahan Jaraksari, Akhmad N. Utomo dan Humas Pemkab Wonosobo, Fajar Susanto, Rektor UNTIDAR menyerahkan simbolisasi bantuan Bidikmisi kepada Desti.

“Semoga kedepannya lebih banyak lagi putra-putri Wonosobo yang menerima bantuan ini dan melanjutkan pendidikannya sampai perguruan tinggi,” kata Kepala Kelurahan Jaraksari.

Sesuai dengan surat nomor 162/B/BW/2017 dari Direktorat Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perihal kuota Bidikmisi dan PPA tahun 2017 kuota Bidikmisi di UNTIDAR tahun 2017 telah ditetapkan sebanyak 300 mahasiswa sedangkan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) sebanyak 168 peserta. Kuota ini meningkat dari tahun 2016 sebanyak 296 mahasiswa penerima Bidikmisi dan 33 mahasiswa penerima beasiswa PPA.

“Jangan hanya terpaut pada Bidikmisi dan PPA masih banyak beasiswa dari sumber lainnya misal Provinsi atau ASTRA di UNTIDAR,” tambah Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan.

Bidikmisi merupakan program unggulan pemerintah sejak tahun 2010 yang bertujuan meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi akan tetapi mempunyai potensi akademi yang baik. “Seleksi tidak melulu berpusat pada system, setelah seleksi awal maka peserta bidikmisi disurvei kembali apakah layak atau tidak menerima bantuan tersebut,” jelas David Budhi Hartono, S.E., penanggung jawab Bidikmisi UNTIDAR.

Penerima Bidikmisi dituntut nilai IPK minimal 3.0 serta lulus tepat waktu, program sarjana 4 tahun dan program diploma 3 tahun. “Jika kurang maka bantuan dihentikan tujuannya untuk mendorong mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan lulus tepat waktu,” tambah David. Maka itu, mahasiswa Bidikmisi harus mampu memenuhi standar tersebut untuk melanjutkan bantuannya sampai lulus nanti.

Rektor UNTIDAR bercengkerama denga keluarga Desti, perangkat Desa Jaraksari seputar Bidikmisi serta rencana pembangunan kampus UNTIDAR di Wonosobo.
Rektor UNTIDAR bercengkerama denga keluarga Desti, perangkat Desa Jaraksari seputar Bidikmisi serta rencana pembangunan kampus UNTIDAR di Wonosobo.

Selain itu, Rektor UNTIDAR juga memaparkan rencana pembangunan Kampus UNTIDAR pada tahun 2018 nanti di wilayah Sidorejo, Selomerto, Kabupaten Wonosobo. “Kalau tidak ada halangan kami akan memulai pembangunan bertahap untuk Prodi Peternakan di Wonosobo ini. Lahan yang kami persiapkan sekitar 6,4 hektar yang akan mulai dibangun 2018 nanti,” tutur Rektor. Rencana pembangunan tersebut telah diawali dengan pengurusan Analisis Dampak Lingkungan (amdal) serta blockplan pembangunan telah dirancang. “Tahun ajaran baru ini kami akan membuka 2 kelas untu Prodi Peternakan, sekitar 70 mahasiswa. Untuk lokasi kuliah apakah di Wonosobo atau Magelang masih dipertimbangkan lagi,” tambah Rektor. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here