Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D, S.H., S.U. memaparkan pentingnya pemahaman Pancasila untuk menjaga persatuan bangsa dalam acara Seminar Regional “Penegakan Ideologi Pancasila dan Penanganan Radikalisme dalam Rangka Implementasi Kebebasan Berekspresi Menurut UUD 1945”, Selasa (05/09).

“Pancasila merupakan ideologi yang mempersatukan keberagaman Indonesia mulai dari suku, pulau, bahasa hingga agama yang berbeda menjadi satu,” kata mantan Ketua Mahkamah Institusi ini.

Sebagai ideologi, Pancasila merupakan pedoman kehidupan bersama atas nilai-nilai yang berbeda. Berjalan bersama untuk satu tujuan yaitu persatuan bangsa Indonesia. “Pancasila dan UUD dielaborasi ke dalam peraturan perundang-undangan, dimana inilah yang menjadi aturan atau batasan-batasan  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Beberapa hal yang dibatasi oleh UUD 1945 yaitu berkespresi dan berorganisasi. Pembatasan ini bertujuan meminimalisir munculnya gerakan-gerakan radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila. “Kita setuju perubahan sebagai kenniscayaan tetapi bukan perubahan radikal melainkan gradual,” kata Guru Besar Tata Negara ini.

Selain seminar, dalam kesempatan ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), UNTIDAR juga meresmikan Program Studi Hukum. “Izin operasional pembukaan Program Studi Hukum baru turun akhir Tahun 2016 lalu dan tahun ini (2017) baru kami bisa melakukan penerimaan mahasiswa baru,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Pada tahun pertama pembukaan Prodi Hukum ini jumlah mahasiswa sebanyak 85 orang dengan total dosen 9 orang. Prodi Hukum UNTIDAR memiliki visi menjadi program studi pengembang ilmu hukum berbasis riset secara progresif dan humanis.

Acara seminar dan peresmian prodi ini dihadiri perwakilan dari Pemerintah daerah, Akademi Militer (AKMIL), Kodim, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Kepolisian serta SMA/SMK/MA pada wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. (DN/HDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here