“MAGELANG FILM FESTIFAL 2014“ HAJAT BESAR UKM BENGKEL SENI UNTIDAR SEGERA DIGELAR

Bengkel Seni merupakan sebuah komunitas seniman beranggotakan mahasiswa Universitas Tidar dari semua program studi. Eksis sejak 11 Mei 1999. Bengkel Seni menjadi media bagi musisi, perupa, penari, aktor/aktris, sutradara, sinematografer, sastrawan, penulis, penyanyi, penata artistik, koreografer serta sekian banyak mahasiswa-mahasiswi yang cinta seni untuk belajar, berjibaku dan berkarya bersama sebagai sebuah keluarga.

Banyak kegiatan seni yang dilaksanakan baik yang berskala lokal maupun nasional. Setelah sukses menggelar Tidar Fiction Festival dan Pekan Seni Tidar, Bengkel Seni kembali akan menggelar Magelang Film Festifal ( Maffest ). Maffest Merupakan kompetisi film fiksi pendek tingkat nasional dengan tema yang tidak pernah ditentukan demi memberi ruang gerak dan ekspresi yang seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin turut serta. Kompetisi ini secara konsisten mengangkat tajuk “Indonesia Dalam Fiksi”. Memperebutkan Piala Paku Tidar sebagai penghargaan tertinggi dalam 7 kategori yaitu skenario, editing, penyutradaraan, sinematografi, aktor, aktris dan film terbaik. Tahun ini menargetkan sebanyak 100 film untuk dikompetisikan.

Magelang Film festival akan memperebutkan Piala Paku Tidar. Paku Tidar diambil sebagai icon dari Magelang Film Festival. Harapannya sama dengan dasar filosofi Paku Tidar yaitu bagi siapa yang berusaha lebih akan mendapatkan hasil yang baik dan begitu juga sebaliknya, sehingga Piala Paku Tidar merupakan wujud penghargaaan bagi siapa yang berusaha dengan baik dalam festival ini dan akan tertancap selamanya sehingga menjadi tonggak dalam perkembangan film di Indonesia.

Dalam rangkaian Maffest 2014, juga akan diadakan Jambore Komunitas Film Nasional, yaitu sebuah perkemahan akbar dengan seratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia. Menjadi media berkumpul, berdiskusi dan belajar antar komunitas sehingga jaringan komunitas film independen nasional dapat terjalin rapi dengan sumbangsih yang nyata bagi perfilman nusantara. Di dalamnya akan ada kelas-kelas teknis, diskusi problematika bersama praktisi nasional, seminar dengan narasumber kelas kakap serta pemutaran dan kurasi film-film sesama peserta maupun narasumber secara berkala. Diselingi dengan ice-breaking, outbond, dan rafting.  

Berbekal dari tahun-tahun sebelumnya, Maffest mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam festival ini. Lurah Bengkel Seni Kury Yusuf mengatakan, sebagai perintis festival film di Magelang dan berkibar dalam kancah nasional MAFFEST akan terbang lebih tinggi lagi sehingga akan hadir MAFFEST yang akan menjadi festival film yang selalu menjadi target oleh penikmat film di Indonesia.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY