Wakili Jateng dalam Bakti Pemuda Antar Propinsi Kurniawan Setya Aji Mengaku Lebih Mengenal Indonesia

Menjadi perwakilan Jawa Tengah dalam Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP), bagi  Kuniawan Setya Aji (20), adalah hal yang membanggakan.  Mahasiswa Universitas Tidar Semester V Progdi Bahasa Inggris ini mengaku bangga bisa berada di Sei Gohong, Palangkaraya Kalimantan Tengah, dalam mengemban misi yaitu Pertukaran Antar Budaya, selama kurang lebih 1 bulan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober- 26 Nopember 2014. Acara ini adalah kegiatan rutin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Tujuannya agar peserta dapat membagi ilmu yang dimiliki khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan kepada peserta lain yang berasal dari provinsi yang berbeda.

Bukan perkara yang mudah untuk mengikuti BPAP bagi Aji. Pasalnya ia harus cuti dari perkuliahan selama 1 bulan. Saat diwawancarai, ia menceritakan tentang konflik batin yang ia rasakan antara tetap tinggal di kampus untuk melakukan segala aktivitas sebagai mahasiswa atau mengikuti  BPAP dan berpisah untuk sementara waktu dari keluarga dan teman-temannya. Namun atas dorongan dari keluarga ia memilih opsi yang kedua. Ternyata intuisinya tidak salah. Seleksi yang diikutinya berbuah manis dengan diterimanya Aji sebagai perwakilan Jateng.” Kebetulan saya dan Niti, yang berasal dari Untidar masuk seleksi, dan akhirnya dapat mengikuti kegiatan ini.” tandas Aji.

Sebelum ia mendapatkan Daerah Penempatan yaitu Kalimantan Tengah, pada tanggal 22-26 Oktober terlebih dahulu ia mendapat pembekalan di Semarang. Kemudian tanggal 26 Nopember seluruh peserta BPAP berkumpul di Pelataran Candi Prambanan Untuk mengikuti acara awal sebelum BPAP yaitu Jambore Tingkat Nasional (JTN). Barulah di tanggal 2 November kemarin, mereka berangkat ke tempat tujuan.

Aji menceritakan bahwa kegiatan yang ia lakukan di sana, ditemani 5 peserta dari daerah yang berbeda. Mereka berasal dari Gorontalo, Riau dan Maluku Utara. Dalam ceritanya ia memaparkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan hampir mirip dengan KKN namun lebih menitik beratkan pada masalah Budaya. Mereka berlatih tari dan kesenian yang lain serta mengajar di SD kelurahan setempat. ”Kebetulan SD tempat mengajar saya berada di depan rumah yang menampung kami.” papar Aji.

Ada banyak kendala yang dirasakan oleh laki-laki yang berasal dari Pakis  Magelang ini. Adaptasi dengan cuaca yang panas, menjadi tantangan baginya untuk tetap teguh pada pendiriannya dalam menjalankan misi sebagai Perwakilan Jateng. Cuaca di Kalimantan berbeda dengan Jawa, yang berhawa sejuk. Pertama kali tiba di sana ia merasa tidak nyaman. Ditambah lagi karakter masing masing peserta yang berbeda, dan keadaan kampung yang jika malam hari sangat sepi dan gelap.” Hidup disini tidak seperti di Jawa tapi dengan kegiatan ini saya menjadi mengerti tentang Indonesia.” Tegas Aji.

Rencana Aji akan kembali ke Magelang pada tanggal 27 Nopember, setelah mengakhiri rangkaian acara tersebut dan berkumpul terlebih dahulu di Semarang selama dua hari. Harapan laki-laki yang masih lajang ini, agar kedepannya ada perwakilan dari Untidar yang mengikuti jejaknya, menjadi perwakilan Jawa Tengan dalam acara  serupa.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY