Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, DR. Bambang Kuncoro, M.Si. meresmikan Pusat Karier UNTIDAR, Selasa (08/11).

MAGELANG – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. meresmikan Pusat Karier Universitas Tidar, Selasa (08/11). Berdirinya Pusat Karier UNTIDAR ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan mahasiswa yang akan lulus dan mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan pasca wisuda nantinya.

Pusat Karir UNTIDAR adalah unit baru dibawah pengelolaan Lembaga Penelitian, Pengembangan Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PMP) yang berfokus pada penyediaan pelatihaan, pembekalan dan penyediaan fasilitas dalam mempermudah mahasiswa/lulusan UNTIDAR dalam mencari atau menciptakan peluang kerja.

“Pusat Karier diharapkan dapat menjadi jembatan atau perantara baik bagi mahasiswa sebagai calon pencari kerja dengan perusahaan atau pihak luar yang sedang mencari karyawan,” tutur WR III UNTIDAR.

Proses rintisan pendirian Pusat Karir ini sudah mulai dilaksanakan mulai Maret 2016 mulai dari rapat koordinasi, kunjungan ke Pusat Karier Polines Semarang dan UNY, Focus Group Discussion (FGD), pemagangan mahasiswa ke UMKM serta pelatihan bisnis online.

Nurhadi, S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada menekankan pentingnya sistem digital untuk pengembangan Pusat Karier.
Nurhadi, S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada menekankan pentingnya sistem digital untuk pengembangan Pusat Karier.

Dalam kesempatan ini, Nurhadi S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada membagi pengalamannya dalam mengelola lembaga karir yang telah berdiri sejak tahun 2007 ini. ECC UGM merupakan institusi berbasis IT yang mengelola informasi karir, personal development, dan rekruitment service.

“Lembaga karir tidak hanya membantu mahasiswa dalam mencari pekerjaan setelah wisuda namun juga diharapkan ikut mempersiapkan mahasiswa jauh-jauh hari sebelum lulus,” kata Nurhadi.

Realitanya, mahasisw mengkonsep perjalanan kariernya ketika menjelang kelulusannya. Pada masa ini sebagian besar mahasiswa belum mempunyai kemampuan softskill yang cukup misalnya bagaimana berbicara di depan umum dan kemampuan bernegosiasi maupun presentasi.

“Kemampuan di luar akademik ini  yang terkadang menjadi kendala, maka itu, Pusat Karir juga harus mampu menganalisis kultur mahasiswanya apa yang sudah dan belum mereka miliki dalam menghadapi dunia kerja nantinya,” tambahnya.

Menurut Wearesocial, data pengguna internet di Indonesia pada September 2016 sebanyak 88,1 miliar dari total jumlah penduduk Indonesia 251,9 miliar jiwa. Nurhadi menekankan bahwa potensi pengguna internet yang terus berkembang hari ke hari ini menjadi peluang besar dalam pengembangan sebuah Pusat Karier maka itu perlunya pengembangan sistem digital dalam pemgembangan unit ini.

Pusat Karier juga berpeluang menjadi perantara kerjasama universitas dengan pihak luar. Tidak hanya dalam bidang karir namun juga dalam bidang lain yang ikut mendukung perkembangan kampus. (DN/HDN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY