UTM Berperan Serta dalam Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013

Bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT) menyelenggarakan sarasehan dengan Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013 di Sub Koordinasi Wilayah 7 Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan yang bernuansa sosialisasi sebenarnya merupakan bentuk komitmen Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam mendukung Ekspedisi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Kopasus TNI-AD selaku komando pelaksana di lapangan. Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik Dr.Nurwadjedi dalam paparannya menyampaikan dukungan BIG pada Ekpedisi NKRI kali ini dalam bentuk:

  • Peyiapan peta 9 (Sembilan) jalur Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi
  • Pemetaan Lingkungan Danau Indonesia di Sulawesi yakni : Tondano, Limboto, Poso, Matano dan Tempe pada skala 1 : 50.000
  • Pemetaaan Penutup Lahan skala 1 : 25.000
  • Pemetaan Karakteristik Sistem Perairan di Teluk Tomini
  • Sinergi Ketahanan Pangan dan Energi di Sulawesi Selatan

Dukungan tersebut perlu disampaikan untuk selanjutnya agar dapat dimanfaatkan oleh para anggota Tim Ekspedisi NKRI 2013, yang berasal dari unsur TNI (darat, laut dan udara), Polri, Pramuka dan LSM selaku Tim Penjelajah, serta Tim Peneliti terdiri dari para pakar dan mahasiswa Perguruan Tinggi (UGM, UI, UNDIP, Universitas Tidar Magelang, Universitas Ahmad Yani, dll). Mengingat prinsip one map policy yang bermakna satu rujukan, satu standar dan satu basis data, untuk memudahkan dalam pertukaran data dan meningkatkan sinergitas harus senantiasa disampaikan dalam berbagai kesempatan.

Adapun Mayor CHK. Abdul Salam, selaku wakil Komandan Sub Korwil 7 Tana Toraja, menyampaikan hasil-hasil kegiatan Tim Ekspedisi di wilayahnya yang telah berjalan selama lebih 3 bulan, cukup membanggakan. Tim penjelajah telah menempuh perjalanan lebih dari 200 km, dan mengibarkan bendera merah putih di Gunung Sinyagi (2.800 meter dpl), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Tim flora fauna menemukan 20 species kupu-kupu yang mampu terbang sepanjang lebih dari 2 km tanpa berhenti, disamping tumbuhan yang daunnya dapat digunakan untuk mengawetkan jenazah. Tim Geologi menemukan biji besi dan emas serta uranium pada kedalaman lebih dari 100 meter. Sedangkan dari Tim Komunikasi Sosial telah berhasil membangun jembatan, rehabilitasi rumah dan memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan kepada penduduk.

Dalam sesi diskusi terungkap bahwa dukungan BIG pada awal kegiatan diharapkan tidak hanya memberikan peta jalur penjelajahan, namun peta-peta tematik lain juga sangat diperlukan, sebagai bahan kajian awal (rujukan) seperti mitigasi dan potensi kebencanaan, disamping pembekalan teknis menyangkut peta.

Sumber : http://www.bakosurtanal.go.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY