Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd saat memberikan materi mengenai pengembangan Sistem Kompetensi Lulusan (SKL).

MAGELANG – Dewasa ini, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang mempunyai nilai tawar di era globalisasi. Produk lulusan tidak hanya relevan dengan pembangunan nasional namun juga terampil di dunia industri. Menyikapi hal ini, Universitas Tidar mempersiapkan rumusan kurikulum baru berbasis KKNI & SN DIKTI.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang bisa menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka  pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor, Peraturan Presiden (PP) Nomor 8 Tahun 2012.

Selain KKNI, kurikulum juga harus mengacu pada Standar Nasional (SN) Pendidikan Tinggi. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 pada pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa SN Dikti wajib dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran berdasarkan kurikulum pada program studi.

Pada Selasa (24/05/2016) UNTIDAR menggelar kembali workshop kurikulum dengan pokok pembahasan Draft Kurikulum 2016. Sebagai acara lanjutan dari pembahasan kurikulum yang telah diadakan sebelumnya, pada acara ini lebih ditekankan pada bagaimana alur penyusunan kurikulum dan cara mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Materi pada sesi pertama dibawakan oleh Rektor UNTIDAR, Prof.Dr.Cahyo Yusuf, M.Pd dan Dekan Fakultas Ekonomi, Prof.Joko Widodo.

=Peserta Workshop “Draft Kurikulum 2016” menyimak materi dengan seksama, Selasa (24/05) di auditorium UNTIDAR.
Peserta Workshop “Draft Kurikulum 2016” menyimak materi dengan seksama, Selasa (24/05) di auditorium UNTIDAR.

Peserta workshop kali ini terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, serta para dosen masing-masing fakultas di UNTIDAR. “Dengan kurikulum 2016 diharapkan UNTIDAR dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dan menghasilkan lulusan yang lebih baik serta berkualitas,” tutur Rektor UNTIDAR.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY