Markus Budiraharjo, Prof. Setyo Pertiwi, dan Prof. Kusminarto, tim fasilitator SPMI Ristekdikti saat memaparkan pentingnya implementasi SPMI di perguruan tinggi di auditorium UNTIDAR, Selasa (18/10).

MAGELANG – Direktorat Penjaminan Mutu, Direktoral Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti menyelenggarakan kegiatan pendampingan penerapan Sistemik Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan pelaksanaan audit mutu internal UNTIDAR, Selasa (18/10). Tim fasilitator yang terdiri dari Prof. Setyo Pertiwi, Prof. Kusminarto, dan Markus Budiraharjo memberikan penjelasan kepada seluruh jajaran pejabat fakultas dan universitas yang bertujuan mendorong implementasi SPMI dengan baik dan terencana.

SPMI adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Luaran penerapan SPMI oleh perguruan tinggi digunakan oleh BAN-PT atau LAM untuk penetapan status dan peringkat terakreditasi perguruan tinggi dan program studi.

Kegiatan pendampingan oleh Belmawa Ristekdikti ini bertujuan agar setiap perguruan tinggi menyadari bahwa tanggung jawab atas mutu penyelnggaraan pendidikan tinggi tidak sepenuhnya di tangan pemerintah. Perguruan tinggi juga berperan bahkan berperan sebagai pelaku utama.

 “Jangan hanya berorientasi pada akreditasi saja. Maka pihak perguruan tinggi/prodi akan grobyokan tiap 5 tahun sekali untuk mendapatkan akreditasi sebaik-baiknya,” kata Prof. Setyo Pertiwi, Tim Fasilitator SPMI Pusat.

Akreditasi adalah konsekuensi dari penerapan SPMI di masing-masing perguruan tinggi. Maka itu perlunya merumuskan dan menerapkan SPMI secara terencana, melibatkan sistem komunikasi yang baik serta meningkatkan potensi masing-masing bagian secara optimal. Ketika masa pengajuan akreditasi datang, pihak perguruan tinggi/prodi hanya perlu menghimpun data saja.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan cinderamta kepada Prof. Setyo Pertiwi.
Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan cinderamta kepada Prof. Setyo Pertiwi.

“Perlunya unit-unit pemilik data misal kemahasiswaan, keuangan, akademik dan penelitian. Kemudian diintegrasikan kepada sebuah sistem informasi. Jika, prodi nantinya menghadapi audit internal ataupun lainnya tinggal pencet tombol dan semua data keluar,” tambah Prof. Kusminarto.

Pembentukan SPMI tentunya memerlukan proses maka itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan masing-masing unit segera bersiap. Sekali lagi, tidak hanya berorientasi pada akreditasi semata namun tujuan kedepannya juga fokus pada peningkatan mutu pendidikan di UNTIDAR. (DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY