Rohman Muhammad Pradana sedang menjelaskan proses pelatihan daur ulang kaleng menjadi replika.

MAGELANG – Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Universitas Tidar mengadakan sosialisasi pelaksanaan kegiatan pelatihan daur ulang kaleng bekas di Kelurahan Rejowinangun Utara, Selasa (25/10). Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat timbunan limbah/sampah yang sulit diolah serta menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

“Pelatihan daur ulang kaleng bekas menjadi replika binatang dapat menjadi solusi penanganan limbah serta menjadikannya barang  yang bernilai ekonomis,” kata Hasan Syukron, Ketua tim PHBD.

Pelatihan akan menggunakan sistem Training On Trainer (TOT) dimana 10 perwakilan warga Kelurahan Rejowinangun Utara akan dilatih secara intensif selama 2 hari pada 29-30 Oktober 2016 mendatang di Salaman. Setelah itu, perwakilan warga yang sudah mendapat pelatihan ini bertugas melatih warga lainnya.

Peserta pelatihan antusias melihat contoh produk replika binatang dari kaleng.
Peserta pelatihan antusias melihat contoh produk replika binatang dari kaleng.

“Sistem TOT bertujuan agar pelatihan lebih efektif karena proses pembuatan replika binatang dari kaleng ini membutuhkan tingkat pemahaman tinggi. Salah di satu proses saja menghasilkan produk yang kurang maksimal,” tambahnya.

Menurut catatan kependudukan  tahun  2015  di  Kelurahan  Rejowinangun  Utara,  diketahui jumlah masyarakat miskin (prasejahtera) sebesar 60% dari total masyarakat yang berjumlah 12.514 jiwa. Perlu uluran tangan melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat dalam bidang perekonomian dengan dibukanya peluang usaha yang memanfaatkan limbah kaleng yang melimpah tersebut.

Kiswati, S.P., Kasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Rejowinangun Utara menyambut baik program pelatihan ini. “Pelatihan daur ulang kaleng diharapkan dapat menambah ketrampilan warga terutama para pegiat bank sampah di Rejo Utara. Kedepannya juga produk pelatihan bisa dijadikan produk unggulan wilayah ini,” tuturnya.

Tidak hanya sekedar pelatihan, tim PHBD juga akan mendampingi peserta pelatihan hingga mahir membuat produk, mencarikan peluang pasar dengan mengadakan pelatihan tambahan yang diperlukan seperti manajemen pemasaran, packaging yang menarik hingga pelatihan pembuatan blog/web.

PHBD adalah program Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti yang ditawarkan kepada berbagai bentuk organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam rangka menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam pembangunan khususnya pada masyarakat desa dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat.

Tim PHBD UNTIDAR 2016 terdiri dari 6 mahasiswa yaitu Hasan Syukron (PBSI/FKIP) sebagai ketua tim, Rachma Listia Hidayat (AN/Fisipol), Rohman Muhammad Pradana (PBSI/FKIP), Hanafi Isnanta Prabawa (Sipil/FT), Ani Arina (EP/FE) dan Mayrida Miratista (PBI/FKIP). (HDN/DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY