MAGELANG –  Fakultas Teknik UNTIDAR mengajak siswa SMA/SMK/Ma sederajat menerapkan ilmu sains yang mereka terima di sekolah ke dalam sebuah inovasi desain dan ide energi terbarukan dalam acara Tidar Engineering and Science Olympics (TESO), Minggu (27/11).

TESO merupakan kompetisi olah oral, nalar dan fisik yang diperuntukan bagi SMA/SMK/MA sederajat yang terdiri dari Mini Transport Challenge, Straw Bridge Design Challenge, Mini Electric Car Challenge, dan Innovative Idea-Presentation. Kompetisi ini  sebagai ajang penerapan ilmu matematika, fisika serta biologi ke dalam sebuah kegiatan praktek yang mendidik.

“Teori yang didapatkan di sekolah diimplementasikan menjadi ilmu terapan yang mendidik dan menyenangkan. Acara ini diharapkan menjadi ajang promosi Fakultas Teknik khususnya sebagai penyelenggara acara dan UNTIDAR pada umumnya,” tutur Suhono, S.T.,M.Eng. selaku Ketua Panitia TESO 2016.

Ilmu sains dianggap sebagi ilmu yang sulit dipelajari dan membosankan. Stigma ini muncul dikarenkan mayoritas sistem pengajaran sains hanya terpaku pada penyampaian materi saja. Melalui acara ini, para siswa diajak untuk lebih mencintai bidang sains dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada 4 kategori lomba yang dilaksanakan yaitu Mini Transport Challenge yaitu lomba desain atau menciptakaan alat pembawa beban dari atas perlintasan kayu hingga tepat sasaran; Straw Bridge Design Challenge yaitu menciptakan desain jembatan menggunakan bahan dasar sedotan yang mampu menahan beban sebagai tolok ukur kegagalan konstruksi; Mini Electric Car Challenge yaitu kompetisi mobil listrik dari bahan botol bekas supaya dapat melaju dengan baik dan Innovative Idea-Presentation yaitu pemaparan ide inovasi dengan tema energi terbarukan. Pada masing-masing lomba, satu tim beranggotakan 3 orang dan tidak boleh peserta terdaftar pada dua perlombaan sekaligus.

“Inovasi desain jembatan berbentuk “kipas” dari Tim Man Parakan Temanggung mampu menahan beban terbesar dibandingkan desain tim lainnya. Inovasi desain ini perlu diapresiasi lebih dan terus ditingkatkan kembali,” tutur Yudhi Arnandha, S.T., M.T., salah satu juri Straw Bridge Design Challenge.

Menurutnya, untut taraf siswa SMA desain dan inovasi para peserta TESO 2016 ini sudah sangat luar biasa. Kegiatan ini juga menjadi pembuktian bahwa ilmu sains bisa dipelajari dengan cara-cara menarik salah satunya pembuatan desain jembatan dengan sedotan ini.

Juara 1 dari lomba Mini Transport Challenge adalah SMK Negeri Tembarak, untuk lomba Straw Bridge Design Challenge diraih oleh MAN Temanggung kemudian untuk lomba Mini Electric Car Challenge dijuarai oleh SMA Negeri 1 Ngluwar dan lomba Innovative Idea-Presentation diduduki oleh MAN Tegalrejo. Dan yang menjadi Juara umum dengan membawa pulang piala rektor adalah SMA Negeri 1 Ngluwar.

Salah satu tim peserta Straw Bridge Design Challenge sedang merakit sedotan menjadi sebuah desain jembatan.
Salah satu tim peserta Straw Bridge Design Challenge sedang merakit sedotan menjadi sebuah desain jembatan.

“Kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa tengah agar kompetisi ini dapat diapresiasi dan dapat berlangsung lagi mendatang”, tambah Ketua Panitia.

Terinspirasi dengan kompetisi sejenis TESO di luar negri, maka diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan minat para siswa dan mahasiswa untuk terus aktif dalam berinovasi khususnya di bidang sains dan mendorong penemuan-penemuan baru yang aplikatif dalam kehidupan kita sehari-hari. (HDN/DN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY